“Pemutakhiran data terus dilakukan. Ada daerah yang memasang stiker, ada juga yang tidak. Semua dilakukan berdasarkan satu data BPS agar tepat sasaran,” ujarnya.
Mensos: Kalau Menolak, Berarti Sudah Sejahtera
Mensos Syaifullah Yusuf menyampaikan apresiasi terhadap warga yang dengan sukarela mundur dari daftar penerima bantuan sosial. Ia menilai keputusan tersebut menunjukkan bahwa mereka sudah berada dalam kondisi ekonomi yang lebih baik.
“Kalau ada yang tidak mau lagi menerima bantuan, saya justru berterima kasih,” ucap Gus Ipul. “Berarti mereka sudah sejahtera, sudah tidak termasuk keluarga miskin lagi.”
Pemerintah, lanjutnya, akan terus melakukan verifikasi dan validasi data penerima bansos agar program seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Kebijakan penempelan stiker ini sebelumnya juga diterapkan di sejumlah daerah lain di Indonesia dengan hasil yang beragam. Beberapa daerah menilai kebijakan ini efektif untuk menekan angka penerima bantuan fiktif atau yang tidak layak, sementara sebagian warga menganggapnya menyinggung harga diri.
Pemerintah pusat berharap bahwa langkah-langkah semacam ini dapat menjadi bagian dari strategi besar untuk menata ulang sistem bansos agar lebih transparan, akurat, dan berkeadilan.
