“Kami berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk memonitor dan mengantisipasi kebutuhan sarpras,” tambah Maulidya.
Lebih lanjut, koordinasi antara BWS Sumatera V dan BPJN Sumatera Barat berfokus pada penanganan jalan di Lembah Anai yang mengalami longsor, serta mengganggu lalu lintas utama antara Kota Padang dan Bukit Tinggi.
“Kami akan menyediakan sekitar 1.000-1.500 unit bronjong dan sebuah alat berat untuk mengatasi masalah ini,” kata Maulidya.
Kerusakan infrastruktur juga meliputi amblasnya ruas jalan Batas Kota Padang Panjang – Sicincin dan kerusakan pada beberapa jembatan seperti Jembatan Margayasa A, Jembatan Margayasa B, dan Jembatan Pincuran Batung.
“Kami telah memasang rambu peringatan dan mendirikan posko siaga untuk penanganan darurat,” tutur Maulidya.
Kementerian PUPR terus berupaya mengatasi dampak bencana ini dan memastikan ketersediaan infrastruktur vital bagi masyarakat di kedua kabupaten tersebut.
