Gibran Tanam Mangrove di Banten: Gaungkan Revolusi Hijau untuk Selamatkan Pesisir Nusantara

Ekspansi Hijau! Wapres Gibran Luncurkan Era Baru Perlindungan Mangrove Indonesia
Ekspansi Hijau! Wapres Gibran Luncurkan Era Baru Perlindungan Mangrove Indonesia

Sebelum kegiatan penanaman, Wapres menerima paparan singkat mengenai kondisi ekosistem mangrove di pesisir Banten dan berbagai upaya pemulihan pesisir yang sedang dilakukan pemerintah. Dalam sesi dialog bersama para pegiat lingkungan dan kelompok pemuda konservasi pesisir, Wapres mendengarkan langsung tantangan yang dihadapi masyarakat setempat, mulai dari ancaman abrasi hingga keterbatasan akses pembiayaan.

“Ini luar biasa, Pak Menteri, hadir anak-anak muda dengan ide-ide segar dan inisiatif yang nyata. Saya senang sekali bisa mendengar langsung dari mereka. Tadi ada beberapa anak muda yang menyampaikan gagasan-gagasannya,” ujar Wapres Gibran.

Usai berdialog, Wapres bersama rombongan menanam bibit mangrove di area pesisir Ketapang. Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi lintas generasi dalam menjaga alam. Di tengah momentum Sumpah Pemuda, kegiatan ini mengirimkan pesan kuat bahwa cinta tanah air juga berarti menjaga bumi pertiwi.

Perhatian Pemerintah terhadap Ekosistem Mangrove

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa Wapres memberi perhatian besar terhadap keberlangsungan ekosistem mangrove nasional yang mencapai lebih dari 3,4 juta hektare, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kawasan mangrove terbesar di dunia. Namun, sekitar 750 ribu hektare di antaranya diketahui mengalami degradasi dan memerlukan rehabilitasi segera.

“Bapak Wakil Presiden sangat menaruh perhatian pada ekosistem mangrove kita. Beliau meminta agar mekanisme pendanaan rehabilitasi segera disiapkan, termasuk penanganan serius bagi wilayah pantai utara Jawa yang kini mengalami penurunan tanah dan abrasi parah,” ungkap Hanif.

Hanif menambahkan bahwa pemerintah menekankan sinergi lintas sektor dalam menjaga kawasan pesisir, mengingat fungsi mangrove bukan hanya ekologis, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia menyebut program rehabilitasi mangrove yang telah direncanakan seluas 800 ribu hektare di seluruh Indonesia akan terus dipercepat.

“Pak Wapres juga menegaskan kembali komitmen Bapak Presiden untuk memastikan dana rehabilitasi mangrove yang nilainya mencapai sekitar Rp 2 triliun benar-benar dimanfaatkan optimal. Tahun ini, sudah lebih dari 13 ribu hektare mangrove berhasil direhabilitasi, dan pemerintah akan terus memperluas cakupannya agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara nyata,” tambahnya.

Upaya pelestarian ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam misi mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. Dalam semangat Sumpah Pemuda, langkah ini mencerminkan kolaborasi nyata antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga warisan alam Indonesia bagi generasi mendatang.

 

Exit mobile version