BANDA ACEH, sumateratoday.com- Masjid Raya Baiturrahman tidak hanya menjadi rumah ibadah utama di Aceh, tetapi juga dikenal sebagai salah satu ikon wisata religi paling terkenal di Indonesia.
Berdiri megah di jantung Kota Banda Aceh, masjid bersejarah ini terus menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
Masjid yang identik dengan kubah hitam dan arsitektur megah itu menjadi simbol kuat identitas Aceh sebagai Serambi Mekkah.
Selain itu, Baiturrahman juga dikenal sebagai lambang perjuangan masyarakat Aceh serta pusat perkembangan Islam di kawasan Nusantara dan Asia Tenggara.
Gubernur Aceh saat itu, Zaini Abdullah, menyebut latar belakang sejarah Masjid Baiturrahman menjadi alasan utama mengapa bangunan tersebut selalu mendapat perhatian dunia.
“Dengan sejarah yang dimiliki, wajar jika masjid ini mengundang banyak perhatian masyarakat internasional yang ingin mengetahui Aceh maupun perkembangan Islam di Nusantara,” ujarnya.
Masjid Raya Baiturrahman dibangun sejak abad ke-17 dan hingga kini tetap menjadi salah satu bangunan paling bersejarah di Aceh. Selama bertahun-tahun, kawasan masjid selalu ramai didatangi pengunjung dari berbagai negara.
Wisatawan asal Malaysia disebut menjadi salah satu pengunjung terbanyak. Bagi banyak pelancong dari negeri jiran, berkunjung ke Aceh terasa belum lengkap tanpa singgah ke Masjid Baiturrahman.
Keberadaan masjid ini semakin menarik setelah dilakukan penataan kawasan, pembangunan lanskap, perluasan area, serta peningkatan infrastruktur penunjang.
Dengan halaman luas yang dilengkapi payung elektrik raksasa, taman tertata rapi, area pejalan kaki yang nyaman, dan pencahayaan indah pada malam hari, suasana masjid menjadi semakin memikat.
Pemerintah Aceh menilai pengembangan kawasan Masjid Baiturrahman penting dilakukan agar fungsinya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat syiar Islam dan destinasi wisata unggulan.
Selain sebagai tempat salat, masjid ini juga menjadi ruang kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pusat interaksi masyarakat.
Zaini Abdullah meyakini bahwa setelah pembangunan kawasan selesai, Masjid Baiturrahman akan semakin nyaman dikunjungi siapa saja.
Menurutnya, peningkatan fasilitas tersebut diharapkan mampu menambah jumlah wisatawan yang datang ke Banda Aceh setiap tahun.
Masjid Raya Baiturrahman juga memiliki nilai emosional tinggi bagi masyarakat Aceh. Saat tsunami 2004 melanda, bangunan ini tetap berdiri kokoh dan menjadi tempat berlindung bagi banyak warga.
Sejak saat itu, Baiturrahman semakin dikenal dunia sebagai simbol keteguhan, harapan, dan kebangkitan Aceh.
Kini, siapa pun yang datang ke Banda Aceh hampir selalu menyempatkan diri berkunjung ke masjid ini. Ada yang datang untuk beribadah, belajar sejarah, berfoto, atau sekadar menikmati suasana damai di pelatarannya.
Dengan perpaduan sejarah panjang, arsitektur menawan, dan nilai spiritual yang kuat, Masjid Raya Baiturrahman terus menjadi kebanggaan Aceh sekaligus magnet wisata religi Indonesia.
