Perusahaan menyebut lonjakan tersebut terutama berasal dari meningkatnya permintaan konsumen di kawasan Eropa.
Selama kuartal kedua, penjualan kendaraan listrik Mercedes di Eropa melonjak hingga 87 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari total 52.900 unit EV Mercedes yang terjual pada kuartal kedua, sekitar 43.500 unit berasal dari pasar Eropa.
Di pasar domestiknya, yakni Jerman, penjualan mobil listrik Mercedes bahkan tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Meningkatnya penjualan membuat kontribusi kendaraan listrik terhadap total penjualan Mercedes ikut bertambah. Saat ini, mobil listrik menyumbang sekitar 13 persen dari seluruh penjualan Mercedes secara global. Sebagai perbandingan, pada kuartal kedua 2025 kontribusinya masih berada di kisaran 7,7 persen.
Mercedes juga mengungkapkan bahwa tingginya minat konsumen membuat sejumlah model terbaru mengalami antrean pemesanan yang panjang.
Beberapa model yang paling banyak diminati antara lain Mercedes-Benz GLC, Mercedes-Benz CLA, dan Mercedes-Benz GLB. Menurut perusahaan, jumlah pesanan ketiga model tersebut bahkan telah mengisi jadwal produksi hingga tahun depan.
Peningkatan penjualan ini menjadi sinyal bahwa strategi elektrifikasi Mercedes mulai membuahkan hasil, terutama di pasar Eropa yang semakin agresif beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Di tengah persaingan ketat dengan produsen kendaraan listrik global, pertumbuhan penjualan ini memperkuat posisi Mercedes-Benz sebagai salah satu pemain utama di segmen mobil listrik premium.
