TEHERAN, SUMATERATODAY.COM- Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan kantornya di pusat Teheran pada Sabtu.
Menurut sejumlah pejabat Iran, beberapa anggota keluarganya — termasuk putri, menantu laki-laki, cucu, dan menantu perempuan — juga tewas dalam serangan tersebut.
Mohammad Mokhber, ajudan utama Ayatollah Khamenei, menyatakan bahwa kepemimpinan sementara negara akan dijalankan oleh sebuah dewan yang terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Eje’i hingga Majelis Ahli memilih pemimpin tertinggi yang baru.
Di antara korban lainnya yang dilaporkan tewas adalah Komandan Garda Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Mohammad Pakpour serta Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Laksamana Madya Ali Shamkhani.
Sejumlah warga Iran dilaporkan turun ke jalan pada Minggu dini hari untuk berkabung. Pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Ayatollah Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Iran sejak Juni 1989, menggantikan pendiri Republik Islam Iran, Imam Ruhollah Khomeini.
