Dampaknya tidak hanya berupa peningkatan efisiensi logistik tetapi juga pembukaan peluang ekonomi baru, terutama di sektor pertanian.
Komoditas seperti karet, kelapa sawit, dan hasil pertanian lainnya akan lebih mudah didistribusikan ke pasar nasional dan internasional.
Selain itu, keberadaan jalan tol juga mendukung pemerataan akses pendidikan, kesehatan, dan layanan publik di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Produk lokal khas seperti pempek Palembang, tempoyak, dan kerutup ikan Jambi juga diharapkan lebih dikenal masyarakat luas.
Dukungan terhadap UMKM
Pembangunan rest area menjadi bagian penting dari proyek ini. Lebih dari 70% ruang di rest area akan dialokasikan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Peluang ini memungkinkan produk lokal seperti kerajinan dan makanan tradisional menjangkau pasar yang lebih luas. Potensi kunjungan ke UMKM lokal diperkirakan meningkat hingga 50% setelah tol beroperasi.
Ikon Baru Infrastruktur Sumatra
Proyek ini juga mencakup pembangunan Jembatan Balance Cantilever di Sungai Musi yang dilengkapi dengan teknologi Structure Health Monitoring System (SHMS).
Sistem ini memonitor kesehatan struktur secara real-time, dari masa konstruksi hingga operasional. Selain sebagai penghubung, jembatan ini diharapkan menjadi ikon kemajuan infrastruktur Sumatra.
Dukungan Pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini.
Menurutnya, keberlanjutan pembangunan JTTS akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat konektivitas antarprovinsi.
“Dengan terus berlanjutnya pembangunan Tol Trans Sumatera, kita dapat memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial di seluruh wilayah Sumatra,” ungkap AHY dalam pernyataannya pada 9 November 2024.
Capaian JTTS
Hingga kini, Hutama Karya telah menyelesaikan 1.235 km JTTS, termasuk ruas konstruksi sepanjang 356 km dan ruas operasi 879 km. Beberapa ruas yang telah beroperasi penuh meliputi Bakauheni – Terbanggi Besar (140 km), Terbanggi Besar – Kayu Agung (189 km), hingga Pekanbaru – Dumai (132 km).
Dengan komitmen ini, Hutama Karya menargetkan rampungnya JTTS dari Lampung hingga Jambi, menjadikan proyek ini sebagai backbone transportasi utama Sumatra yang mendorong percepatan pembangunan di pulau tersebut.
