Di akhir sambutan, Tito menegaskan bahwa revolusi mental yang digelorakan Presiden Jokowi tujuannya adalah mengubah budaya yang tadinya tidak baik menjadi baik. “Revolusi mental harus dimulai dari ASN, TNI, dan Polri. Oleh karena itu, ASN kita usahakan memiliki integritas dan komitmen yang kuat. ASN memiliki kekuasaan, memegang regulasi, dan mengatur rakyat. Oleh karena itu, jangan smapai menyalahgunakan,” tegasnya.
Mendagri Tito mengapresiasi Pemprov Sumbar yang telah menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ Korpri dan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman akan nilai-nilai agama di tengah masyarakat. MTQ spesial Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, MTQ kali ini sangat spesial karena perdana pasca pandemi Covid-19. Menjadi kebanggaan karena merupakan terbesar sepanjang sejarah MTQ Korpri yang digelar sejak 2012. “MTQ harus dimaknai sebagai momentum mengaktualisasikan ajaran Islam.
Baca Juga: https://sumateratoday.com/gangguan-ginjal-akut-pada-anak-menurun-signifikan/
Agama Islam itu melingkupi seluruh aspek kehidupan. Oleh karenanya, MTQ ajang tepat untuk proses aktualisasi nilai-nilai Al-Qur’an,” tuturnya. MTQ Korpri, lanjut Mahyeldi, adalah ajang berlomba dalam kebaikan. MTQ menjadi sangat strategis dalam rangka meningkatkan SDM unggul. Kedekatan dengan Al-Qur’an akan memberi inspirasi karya terbaik bagi ASN sesuai tema MTQ yaitu Korpri Mengaji, Korpri Berbakti, Korpri Berkontribusi untuk Indonesia Mulia.
“Pelaksanaan MTQ diharapkan berdampak pada kehidupan sehari-hari ASN, serta memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an yang sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam core value ASN, berakhlak, beririentasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Dan diharapkan nilai tersebut menjadi Budaya di tengah-tengah masyarakat bagi ASN”, terangnya.
902 peserta Sementara itu, Ketua DPN Korpri Zudan Arif Fakhrullah melaporkan, MTQ Nasional VI Korpri di Sumbar ini diikuti sebanyak 902 peserta dari 84 kafilah yg terdiri dari 34 kafilah provinsi dan 49 kementerian/lembaga. Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengawas. Sementara, Direktur Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta Prof Dr Darwis Hude sebagai Ketua Dewan Hakim.
Zudan mengungkapkan bahwa ada 1500 peserta dan official yang terlibat dalam MTQ kali ini. Ia pun berterima kasih kepada Mendagri dan apresiasi kepada masyarakat Sumbar. Dikatakannya, pemilihan Sumbar jadi tuan rumah merupakan keputusan yang tepat mengingat Sumbar memiliki branding kebangsaan nasional. “Mengapa Sumatra Barat ditetapkan sebagai tuan rumah MTQN Korpri ke-6, karena Sumbar memiliki branding yang sangat kuat di dalam proses kebangsaan dan ketatanegaran nasional,” tutur Zudan.
“Ingat Sumbar, maka ingatan kita tertuju pada Bung Hatta, tokoh nasional dengan integritas kuat. H Agus Salim, seorang pemikir, ahli siasat, ahli politik nasional. Tuanku Imam Bonjol, tokoh nasional yang gagah berani. Sudah tentu, kita teringat Hj Rangkayo Rasuna Said yang memiliki keteguhan hati luar biasa. Saya ingin kita semua mewarisi semangat beliau-beliau,” pungkasnya.
