20.000 Hektare untuk Gajah Sumatera, Mualem dan Pemerintah Inggris Dorong Kolaborasi Konservasi

Tinjau Konservasi Gajah di Aceh Tengah, Mualem Tegaskan Komitmen Atasi Konflik Manusia-Satwa
Tinjau Konservasi Gajah di Aceh Tengah, Mualem Tegaskan Komitmen Atasi Konflik Manusia-Satwa

Suara Masyarakat dan Arahan Menteri Kehutanan

Sebelum kedatangan Gubernur, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni lebih dulu berdialog dengan masyarakat yang selama ini terdampak konflik gajah.

Warga menceritakan berbagai pengalaman mereka menghadapi serangan gajah liar ke kebun dan permukiman selama belasan tahun.

Menanggapi keluhan tersebut, Menteri Raja Juli menegaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat terhadap penyelesaian konflik manusia dan satwa liar, yang diwujudkan lewat hibah lahan untuk konservasi.

“Kita harus menjaga hutan agar pasokan makanan gajah tetap terjaga. Kalau hutan habis, gajah akan masuk ke perkampungan untuk mencari makan,” tegas Raja Juli.

Ia juga meminta dukungan seluruh elemen masyarakat agar program konservasi gajah di Aceh Tengah dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif jangka panjang.

Kolaborasi Konservasi demi Masa Depan Aceh dan Gajah Sumatera

Program PECI tidak hanya berfokus pada perlindungan Gajah Sumatera, tetapi juga menciptakan model konservasi yang memberdayakan masyarakat lokal, mengurangi kerugian akibat konflik satwa, dan mendorong pertumbuhan ekowisata berkelanjutan di Aceh Tengah.

Dengan adanya kawasan konservasi seluas 20.000 hektare ini, diharapkan gajah liar tidak lagi masuk ke lahan pertanian masyarakat, serta keberadaan mereka tetap terlindungi di habitat aslinya.

Exit mobile version