Di jalur Bromo melalui Tumpang, Kabupaten Malang, terdapat sekitar 680 jip yang beroperasi. Sedangkan di Gubuklaka, ada sekitar 200 jip.
“Jika penutupan hanya seminggu, kami mungkin masih bisa bertahan. Namun, jika lebih lama, tentu situasinya akan menjadi lebih sulit bagi kami,” jelas Mukhsin.
Sementara itu, kebakaran yang terjadi di Gunung Bromo belum sepenuhnya padam, dan hal ini dikhawatirkan akan melumpuhkan ekonomi lokal.
Kawasan Gunung Bromo sendiri merupakan salah satu destinasi wisata terkemuka di Jawa Timur. Data menunjukkan bahwa pada 2022, Gunung Bromo dikunjungi oleh 318.919 wisatawan, dengan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp11,65 miliar, meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,85 miliar.
Pihak berwenang dan pemangku kepentingan diharapkan segera mengambil tindakan untuk memulihkan kawasan ini dan mendukung perekonomian lokal yang kini terpuruk akibat insiden ini.(*)
