Namun, dalam peristiwa kali ini, BMKG dengan cepat memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, mengingat kekuatan gempa yang moderat dan kedalaman yang tergolong menengah.
Guncangan Terasa di Beberapa Wilayah
Meskipun gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami, laporan dari beberapa warga menyebutkan bahwa guncangan gempa terasa di beberapa wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk di Pulau Alor, Pulau Pantar, dan sebagian Pulau Timor.
Di Alor, beberapa bangunan dilaporkan mengalami keretakan kecil, namun hingga saat ini tidak ada laporan tentang korban jiwa atau kerusakan serius.
Seorang warga di Kabupaten Alor, Yanto, menyatakan bahwa ia merasakan guncangan gempa selama sekitar 10-15 detik.
“Saya sedang berada di dalam rumah ketika tiba-tiba terasa ada guncangan. Saya dan keluarga segera keluar dari rumah untuk berjaga-jaga. Untungnya, tidak ada kerusakan di sekitar rumah kami,” ujar Yanto.
Sementara itu, di Kota Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor, beberapa warga juga melaporkan bahwa mereka merasakan getaran gempa. Namun, situasi di kota tersebut tetap terkendali, dan aktivitas masyarakat berangsur normal setelah gempa.
Respons BMKG dan Imbauan Kepada Masyarakat
Setelah gempa terjadi, BMKG segera merilis peringatan awal dan informasi detail mengenai lokasi, kedalaman, serta potensi dampak dari gempa tersebut.
Melalui akun media sosial resminya, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi terkait aktivitas gempa bumi dan potensi tsunami yang mungkin terjadi.
BMKG juga menyarankan agar masyarakat yang berada di wilayah pesisir tetap waspada, meskipun gempa kali ini tidak berpotensi tsunami.
“Meskipun tidak ada potensi tsunami, kami tetap mengimbau warga di sekitar pesisir untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang jika terjadi gempa susulan,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya.
Selain itu, BMKG juga memberikan tips kepada masyarakat tentang apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi. Beberapa langkah penting yang disarankan oleh BMKG antara lain:
Tetap tenang dan tidak panik
Segera keluar dari bangunan jika memungkinkan, terutama jika berada di dalam gedung bertingkat.
Menghindari berada di dekat kaca, jendela, atau benda berat yang bisa jatuh.
Jika berada di pantai, segera menuju tempat yang lebih tinggi jika terjadi gempa kuat yang dirasakan.
BMKG juga mengingatkan bahwa gempa susulan mungkin terjadi setelah gempa utama. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada, terutama jika mereka berada di wilayah yang rawan gempa atau tsunami.
