-
Peningkatan infrastruktur pertanian
-
Pelatihan dan pendampingan petani
-
Ketersediaan pupuk organik cair
-
Pengembangan unit pengering gabah (dryer) dan rice milling unit (RMU)
-
Penguatan kelembagaan seperti koperasi dan BUMK
-
Akses pemasaran langsung melalui e‑Samdes
Langkah ini dinilai sangat efektif dalam memotong ketergantungan petani terhadap tengkulak, sehingga petani bisa memperoleh harga yang lebih adil dan kompetitif.
Data BPS: Kesejahteraan Petani Meningkat, Kemiskinan Menurun
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, harga gabah kering panen (GKP) pada Maret 2025 naik sebesar 0,12% dibanding September 2024.
Sejalan dengan itu, produktivitas padi meningkat 0,9 kuintal per hektare, yang berarti hasil panen lebih banyak dalam luasan lahan yang sama.
Peningkatan kesejahteraan petani pun tercermin dalam angka kemiskinan yang mengalami penurunan. Pada Maret 2025, angka kemiskinan di Lampung tercatat 10,00%, turun dari 10,62% pada September 2024. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berbasis desa memiliki kontribusi nyata dalam penurunan kemiskinan struktural.
Gubernur: Desa Harus Jadi Subjek Pembangunan
Gubernur Rahmat Mirzani menegaskan bahwa program “Desaku Maju” adalah strategi jangka panjang dalam membangun kemandirian desa dan ketahanan ekonomi daerah. Ia menolak anggapan bahwa desa hanya menjadi obyek pembangunan.
“Kami tidak ingin desa hanya jadi penerima. Desa harus berdikari, mandiri, dan menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi. Program ini adalah pintu menuju ketahanan ekonomi lokal,” tegasnya.
Kenaikan harga gabah yang signifikan, ditambah dengan peningkatan produktivitas dan dukungan sistem distribusi yang efisien melalui program “Desaku Maju”, telah membawa manfaat nyata bagi para petani di Lampung.
Program ini menjadi bukti bahwa pembangunan berbasis desa mampu menghasilkan kesejahteraan yang inklusif, menekan kemiskinan, serta memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat lokal.
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk memperluas implementasi “Desaku Maju” ke seluruh wilayah, dengan harapan Lampung terus tumbuh sebagai provinsi agraris yang kuat, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
