Ini Petunjuk Teknis Pemantauan Praktik MP-ASI untuk Anak Usia 6-23 Bulan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia resmi menerbitkan “Petunjuk Teknis Pemantauan Praktik MP-ASI Anak Usia 6-23 Bulan

Selain itu, penting untuk menambahkan minyak atau lemak dalam MPASI. Lemak berfungsi sebagai sumber energi efisien dan membuat makanan padat gizi tanpa meningkatkan volume porsi. Gula dan garam juga harus dibatasi untuk menjaga kesehatan bayi.

Pencegahan Stunting dan Pertumbuhan Optimal

Melalui petunjuk teknis ini, Kemenkes berharap praktik pemberian MPASI yang baik dapat membantu mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia. Pemberian MPASI yang tepat tidak hanya mendukung pertumbuhan fisik anak tetapi juga perkembangan otak yang optimal.

Daisy menegaskan bahwa pemberian MPASI harus selalu memperhatikan prinsip higiene dan sanitasi agar bayi terhindar dari risiko infeksi dan penyakit.

Akses Informasi Lebih Lanjut

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI. Bagi masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai praktik MPASI, dapat menghubungi:

Dengan panduan ini, diharapkan orang tua dan tenaga kesehatan dapat bekerja sama dalam memastikan praktik pemberian MPASI yang tepat, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak usia 6-23 bulan secara optimal.


Mari bersama-sama dukung generasi emas Indonesia dengan pemenuhan gizi anak yang tepat dan optimal!

Exit mobile version