Tahap pertama, yang berfokus pada persiapan lahan dan pembangunan tangki, telah diselesaikan pada akhir tahun lalu.
Sementara tahap kedua, yang dimulai pada Februari, melibatkan kerjasama dengan PT Wijaya Karya dan PT JGC Indonesia untuk pembangunan sisi darat terminal dan dermaga.
Yoki Firnandi menambahkan bahwa Terminal LPG Tuban akan mengambil alih fungsi dari dua unit Very Large Gas Carrier (VLGC) yang saat ini berfungsi sebagai penyimpanan terapung, untuk mendistribusikan LPG ke Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan, dan Sulawesi.
Selain itu, pembangunan terminal ini juga telah memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal dengan perekrutan tenaga kerja sebanyak 1.142 orang.
Dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 33,23%, proyek ini memberikan dorongan positif terhadap ekonomi nasional dan upaya pemerintah untuk meningkatkan peringkat daya saing Indonesia.
Kehadiran infrastruktur vital ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi energi di Indonesia sambil memastikan keamanan dan kelancaran pasokan LPG bagi masyarakat.
