PHR juga berhasil menambah cadangan migasnya sebesar 86,95 juta barrel, melampaui target RKAP tahun 2023. Selain itu, perusahaan ini juga telah membayar dana Participating Interest sebesar Rp3,5 triliun kepada PT Riau Petroleum Rokan.
Ruby menambahkan, “Kami juga berfokus pada tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan menjalankan 24 program yang berhasil menjangkau lebih dari 32 ribu penerima manfaat.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kami terhadap Sustainable Development Goals.”
Pada tahun 2023, PHR juga menerima sertifikat ISO 37001:2016, yang menandakan komitmen perusahaan terhadap anti penyuapan dan penerapan good corporate governance yang berkualitas.
Menutup pernyataannya, Ruby mengungkapkan optimisme untuk tahun 2024 dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung PHR.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, mengatakan bahwa PHR berhasil mempertahankan produksi Blok Rokan dan membangun pembangkit listrik tenaga surya, menunjukkan komitmen Pertamina dalam transisi energi dan mendukung target Net Zero Emission 2060.
Tentang PHR WK Rokan
PT Pertamina Hulu Rokan, bagian dari Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi, adalah pemegang amanat pemerintah untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.
Wilayah operasi seluas 6.200 km2 di Provinsi Riau ini merupakan kontributor besar bagi produksi minyak nasional dan dikelola dengan fokus kuat pada keberlanjutan lingkungan dan sosial.
