Sinergi BBWS Sumatera VIII dan Bappenas untuk Cetak Sawah 1.200 Ha di Ogan Ilir Sumsel

BBWS Sumatera VIII dan Bappenas Tinjau Lokasi Cetak Sawah dan Oplah di Ogan Ilir, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
BBWS Sumatera VIII dan Bappenas Tinjau Lokasi Cetak Sawah dan Oplah di Ogan Ilir, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Tahapan dan Syarat Pelaksanaan Program Cetak Sawah

Pelaksanaan cetak sawah meliputi beberapa tahapan penting, yaitu:

  • Land clearing (pembersihan lahan)

  • Land levelling (perataan lahan)

  • Pembangunan pematang dan pintu air

  • Pembangunan saluran irigasi

  • Jalan usaha tani

  • Pengolahan tanah untuk siap tanam

Untuk menjamin keberhasilan, program ini harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis seperti:

  • Lahan clear and clean, tidak bersengketa

  • Lahan dalam satu hamparan minimal 5 hektar

  • Kemiringan lahan kurang dari 8%

  • Memiliki sumber air yang mencukupi

  • Akses ke jaringan irigasi yang memadai

Anggaran Besar untuk Dukung Realisasi Program

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk memastikan keberhasilan program ini. Tercatat, dana sebesar Rp8,2 triliun dialokasikan untuk pembangunan konstruksi, sementara Rp173 miliar disiapkan untuk kegiatan perencanaan dan penyusunan dokumen teknis serta lingkungan.

Keterlibatan Petani Lokal Jadi Kunci Keberhasilan

Program cetak sawah juga mengedepankan partisipasi petani lokal. Hanya lahan yang memiliki petani penggarap atau pemilik yang berdomisili di sekitar lokasi dan bersedia bertani yang akan diproses. Bila pemilik tidak bersedia atau tidak bisa dihubungi, lahan tersebut akan dikeluarkan dari daftar program.

Keterlibatan masyarakat lokal diyakini dapat mempercepat adaptasi dan keberlanjutan usaha tani setelah proses cetak sawah selesai.

Kunjungan lapangan dan koordinasi intensif yang dilakukan oleh BBWS Sumatera VIII, Bappenas, dan Kementerian Pertanian menunjukkan sinergi antar lembaga dalam mendukung keberhasilan Program Cetak Sawah 2025 di Kabupaten Ogan Ilir. Dengan dukungan infrastruktur memadai dan keterlibatan aktif masyarakat, program ini diharapkan menjadi pilar penting dalam mencapai kedaulatan pangan Indonesia, serta memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.

Exit mobile version