SUMATERATODAY.COM- Polda Sumatera Selatan melaksanakan program bedah rumah bagi warga kurang mampu dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara 2026. Program ini digelar secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda Sumsel dan menyasar puluhan rumah yang dinilai tidak layak huni maupun terdampak musibah.
Kegiatan dipusatkan di kediaman Indra Irmawan (49), warga Lorong Beringin Jaya, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang, Jumat (10/4/2026).
Indra merupakan salah satu korban kebakaran hebat yang terjadi pada malam takbiran Idul Fitri, 19 Maret 2026 lalu, yang menghanguskan hampir seluruh bagian rumahnya.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho hadir langsung untuk melakukan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan rumah.
Turut mendampingi Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Irwasda, Karo SDM Polda Sumsel, serta sejumlah pejabat utama lainnya.
Program bedah rumah ini diawali dengan proses peninjauan lokasi oleh jajaran Polda Sumsel untuk memastikan kondisi rumah warga yang menjadi sasaran bantuan. Penilaian dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan serta kondisi sosial ekonomi penerima bantuan.
Pada hari pelaksanaan, kegiatan diawali dengan seremoni sederhana yang melibatkan unsur masyarakat setempat, perangkat kelurahan, serta tokoh masyarakat. Kapolda Sumsel kemudian secara simbolis melakukan peletakan batu pertama di lokasi rumah Indra Irmawan.
Selain di Palembang, kegiatan serupa juga dilaksanakan secara bersamaan oleh Polres jajaran di wilayah Sumatera Selatan, dengan total rumah yang dibedah mencapai sekitar 37 hingga 40 unit.
Proses pelaksanaan di daerah lain dipantau melalui sambungan virtual.
Suasana haru menyelimuti kegiatan tersebut ketika Indra Irmawan tidak mampu menahan air mata saat menyaksikan rumahnya mulai dibangun kembali. Ia mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan, mengingat sejak kebakaran dirinya bersama keluarga tidak memiliki tempat tinggal yang layak.
Ketua RT setempat turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polda Sumsel yang dinilai cepat tanggap dalam membantu warganya yang tertimpa musibah. Ia berharap program ini dapat memberikan manfaat besar dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk saling peduli.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan DPD Real Estate Indonesia (REI) yang turut memberikan dukungan dalam proses pembangunan agar rumah yang dibedah memenuhi standar kelayakan.
Jajaran SDM Polda Sumsel menyebutkan bahwa program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial dalam menyambut Hari Bhayangkara, sekaligus implementasi program Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan humanis dan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa program bedah rumah merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga bertujuan memberikan semangat baru bagi warga yang sedang mengalami kesulitan.
“Bedah rumah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud kepedulian dan empati kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa Polri benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya,” ujar Kapolda.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan program secara serentak di seluruh wilayah menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong.
Selain program bedah rumah, Polda Sumsel juga menyalurkan bantuan sosial berupa sekitar 150 paket sembako kepada masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga, khususnya yang terdampak kondisi ekonomi.






