BMKG Mulai Operasi Modifikasi Cuaca di Danau Toba, Target Amankan Air Saat Kemarau

BMKG Mulai Operasi Modifikasi Cuaca di Danau Toba, Target Amankan Air Saat Kemarau
BMKG Mulai Operasi Modifikasi Cuaca di Danau Toba, Target Amankan Air Saat Kemarau

Berdasarkan pemantauan 17 Maret 2026, elevasi air tercatat di +903,12 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedikit di bawah batas normal +903,23 mdpl. Bahkan, level air terendah (Low Water Level) telah masuk kategori waspada kering di +902,40 mdpl.

Jika tren penurunan berlanjut, risiko gangguan pasokan air untuk irigasi, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), PDAM, hingga sektor industri di wilayah Toba Asahan bisa meningkat pada paruh pertama 2026.

BMKG memperkirakan wilayah tangkapan air Danau Toba akan mulai memasuki musim kemarau pada awal hingga akhir Mei. Oleh karena itu, pelaksanaan OMC pada April dinilai sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan potensi hujan sebelum periode kering tiba.

Dalam operasi ini, tim menyiapkan 30 ton bahan semai yang akan disebar menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan milik PT Smart Cakrawala Aviasi. Pada hari pertama, dua kali penerbangan telah dilakukan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan di sekitar kawasan Danau Toba.

Di sisi lain, perwakilan PJT I, Indra Nurdianyoto, menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar operasi berjalan efektif. Ia berharap peningkatan curah hujan dari OMC mampu menjaga ketersediaan air di kawasan tersebut selama musim kemarau mendatang

.

Exit mobile version