SUMATERATODAY.COM–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Perum Jasa Tirta I (PJT I) dan PT Indonesia Asahan Aluminium resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, Sumatera Utara.
Operasi ini berlangsung mulai 9 April hingga 3 Mei 2026 dengan pusat kegiatan di Posko OMC Bandara Silangit.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Teuku Faisal Fathani, mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, khususnya di kawasan strategis seperti Danau Toba.
Menurutnya, Danau Toba memiliki peran vital dalam mendukung pembangkit listrik, pengelolaan sumber daya air, hingga kebutuhan masyarakat dan industri di Sumatera Utara.
Karena itu, stabilitas tinggi muka air danau menjadi faktor krusial yang harus dijaga.
Sementara itu, Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Edison Kurniawan, mengungkapkan kondisi terkini tinggi muka air Danau Toba sudah berada di bawah ambang batas ideal.
