Kuah Beulangong, Tradisi Kuliner Menggugah Selera pada Malam Nuzulul Qur’an di Aceh Sarat Makna

Kuah Beulangong, Tradisi Kuliner Menggugah Selera pada Malam Nuzulul Qur'an di Aceh Sarat Makna
Kuah Beulangong, Tradisi Kuliner Menggugah Selera pada Malam Nuzulul Qur'an di Aceh Sarat Makna

Tradisi Nuzulul Qur’an ini menjadi momen bagi mereka untuk berkumpul, berbagi cerita, dan mempererat tali persaudaraan. Di setiap porsi kuah yang disajikan, terdapat nilai solidaritas dan keberkahan yang membuat tradisi ini tetap lestari dari generasi ke generasi.

Melestarikan Nilai Budaya

Bagi Fajar, memasak kuah beulangong bukan hanya tentang keahlian memasak, tetapi juga tentang melestarikan tradisi dan nilai-nilai budaya leluhur. “Senyum dan rasa puas dari masyarakat saat menyantap kuah beulangong ini adalah hadiah terindah bagi saya,” ungkapnya dengan bangga.

Ketika matahari mulai terbenam, Fajar dan timnya telah menyelesaikan tugas mereka. Ratusan porsi kuah beulangong telah dibagikan kepada masyarakat, dan aroma kari yang memikat masih terasa di udara, meninggalkan kenangan indah tentang tradisi Nuzulul Qur’an yang penuh makna.

Langkah-langkah Membuat Kuah Beulangong:
Mempersiapkan Bahan:

Cuci bersih daging sapi/kambing dan tulang, lalu tiriskan.
Potong nangka muda dan rendam dalam air garam agar getahnya hilang.
Menumis Bumbu:

Panaskan minyak dalam belanga besar (wajan besar).
Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum.
Masukkan cabai merah dan cabai rawit yang telah dihaluskan, tumis hingga bumbu matang dan harum.
Tambahkan lengkuas, jahe, serai, daun salam, daun jeruk, kapulaga, pekak, kayu manis, dan asam sunti. Aduk rata.
Memasak Daging dan Nangka:

Masukkan potongan daging sapi/kambing dan aduk hingga berubah warna.
Tambahkan nangka muda yang telah ditiriskan, aduk hingga merata dengan bumbu.
Tuangkan air, lalu masak hingga daging menjadi empuk dan nangka lunak.

Menambahkan Santan:
Setelah daging empuk, tuangkan santan kental ke dalam belanga sambil diaduk perlahan agar santan tidak pecah.

Tambahkan ketumbar bubuk, jintan bubuk, garam, gula merah, dan lada bubuk. Koreksi rasa sesuai selera.

Penyempurnaan Rasa:
Masak dengan api kecil sambil terus diaduk perlahan hingga kuah mengental dan bumbu meresap sempurna.
Pastikan daging empuk dan nangka sudah benar-benar matang serta kuah memiliki rasa yang seimbang antara pedas, gurih, dan sedikit asam dari asam sunti.

Penyajian:
Angkat kuah beulangong dari api.
Sajikan dalam mangkuk besar dan nikmati bersama nasi putih hangat.
Tips agar Kuah Beulangong Lezat dan Nikmat:
Gunakan daging segar agar hasilnya lebih empuk dan gurih.
Aduk santan secara perlahan untuk mencegah santan pecah.
Masak dengan api kecil agar bumbu lebih meresap dan menghasilkan rasa yang kaya.
Jika suka rasa lebih pedas, tambahkan cabai sesuai selera.
Kuah Beulangong ini sangat cocok untuk disajikan dalam acara spesial seperti Nuzulul Qur’an, perayaan adat, atau sekadar santapan keluarga besar. Semoga resep ini bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam memasak hidangan khas Aceh ini! (nu.or.id)

Exit mobile version