- Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (140 km)
- Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km)
- Tol Palembang – Indralaya (22 km)
- Tol Medan – Binjai (17 km)
- Tol Pekanbaru – Dumai (132 km)
- Tol Sigli Banda Aceh Seksi 2 – 6 (49 km)
- Tol Binjai – Langsa Seksi Binjai – Tanjung Pura (38 km)
- Tol Bengkulu – Taba Penanjung (17 km)
- Tol Pekanbaru – Bangkinang (31 km)
- Tol Bangkinang – XIII Koto Kampar (25 km)
- Tol Indralaya – Prabumulih (64 km)
- Tol Indrapura – Kisaran (48 km)
- Tol Indrapura – Tebing Tinggi – Seberlawan – Sinaksak (74 km)
Proyek pengembangan JTTS ini juga mencakup pembangunan Jalan Tol Betung – Tempino – Jambi Seksi IV, yang menghubungkan Simpang Susun Tempino dan Ness.
Dalam proyek ini, hingga akhir Januari 2025, progres konstruksi mencapai 68,28% dan pengadaan lahan hampir rampung (99,77%). Jalur utama dengan perkerasan beton keras sepanjang 9,23 km telah berhasil dibangun.
Pemasangan balok girder di Jembatan Underpass (JUP) STA 150+187 yang melintasi jalan nasional Palembang – Jambi selesai dalam 5 hari (10–14 Februari 2025) dengan pemasangan 14 balok girder yang sukses tanpa insiden, mencatat status Zero Accident dan Zero Damage Property.
Selama pemasangan, manajemen lalu lintas diterapkan ketat dengan pengaturan buka-tutup jalur dari pukul 22.00 hingga 04.30 WIB, yang dikoordinasikan dengan BPJN Jambi, Dirlantas, Polres, Polsek, dan Dinas Perhubungan setempat.
Konektivitas antar ruas tol juga mengalami peningkatan signifikan. Pemasangan balok girder ini mempercepat keterhubungan Jalan Tol Betejam Seksi IV dengan Seksi III yang telah beroperasi, sehingga waktu tempuh yang semula mencapai 3 jam kini bisa dipersingkat menjadi 30 menit.
Selain itu, pembangunan fasilitas pendukung seperti rest area dengan masjid dan food court tengah dilakukan untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pengguna jalan.
Hutama Karya menegaskan bahwa segala sumber daya, baik material maupun tenaga kerja, telah dipersiapkan secara optimal agar seluruh proyek dapat selesai tepat waktu.
Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas antar provinsi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
Dengan sinergi berbagai pihak, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan Hutama Karya dalam mewujudkan infrastruktur yang handal dan mendukung mobilitas masyarakat, khususnya menjelang momentum mudik 2025.
