Kemitraan kami dengan Nvidia dan investasi mereka di Nokia akan mempercepat inovasi AI-RAN dan membawa konsep ‘AI data center in your pocket’ menjadi kenyataan.”
Ia menambahkan bahwa kemitraan dengan Nvidia, Dell Technologies, dan T-Mobile US akan memastikan Amerika Serikat memimpin dunia dalam konektivitas generasi AI.
Jensen Huang, pendiri dan CEO Nvidia, turut menegaskan pentingnya langkah ini:
“Telekomunikasi adalah infrastruktur nasional yang krusial — sistem saraf digital bagi ekonomi dan keamanan kita. AI-RAN yang dibangun di atas CUDA dan kecerdasan buatan Nvidia akan merevolusi industri ini. Bersama Nokia dan ekosistem telekomunikasi Amerika, kami menyalakan revolusi baru untuk membangun jaringan yang cerdas, adaptif, dan menentukan arah masa depan konektivitas global.”
Pengumuman ini langsung disambut positif oleh investor. Saham Nokia melonjak lebih dari 20 %, mencapai level tertinggi dalam hampir satu dekade.
Analis menilai kesepakatan ini sebagai validasi strategis atas arah baru Nokia yang tengah bertransformasi dari pemasok perangkat jaringan tradisional menjadi **penyedia infrastruktur AI dan cloud**.
Bagi Nvidia, langkah ini memperluas pengaruhnya melampaui pasar GPU dan pusat data, memperkuat posisinya di ekosistem konektivitas global — komponen penting dalam mendukung generasi berikutnya dari komputasi AI dan perangkat edge.
Meski prospeknya menjanjikan, analis memperingatkan bahwa dampak finansial dari kerja sama ini kemungkinan baru akan terlihat mulai 2027 ke atas. Tantangan integrasi teknologi AI Nvidia ke dalam infrastruktur jaringan skala operator juga menjadi perhatian, terutama terkait standar 6G, interoperabilitas, dan keamanan siber.
Namun, jika berhasil, proyek ini berpotensi menjadikan Nokia dan Nvidia sebagai **duo kunci dalam arsitektur telekomunikasi berbasis AI di masa depan.
Investasi senilai USD 1 miliar dari Nvidia ke Nokia bukan sekadar transaksi saham, melainkan **tonggak strategis** yang menandai era baru sinergi antara AI dan telekomunikasi.
Kemitraan ini berpotensi mengubah cara jaringan dibangun dan dijalankan — dari sistem konektivitas pasif menjadi jaringan cerdas yang belajar dan beradaptasi secara real-time.
Dengan kolaborasi ini, Nvidia memperluas imperiumnya ke dunia konektivitas, sementara Nokia mendapatkan napas baru untuk kembali bersaing di panggung global sebagai pionir jaringan generasi keenam (6G).
