RAPBN 2027 Dirancang Ekspansif, Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Prabowo Bongkar 8 Prioritas RAPBN 2027, Ekonomi Ditargetkan Tumbuh 6 Persen
Prabowo Bongkar 8 Prioritas RAPBN 2027, Ekonomi Ditargetkan Tumbuh 6 Persen

Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Salah satu target utama pemerintah dalam RAPBN 2027 adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Prabowo menyebut pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah memproyeksikan inflasi tetap terkendali pada kisaran 2,5 persen. Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada di level 6,9 persen.

Untuk nilai tukar, asumsi RAPBN 2027 menetapkan posisi rupiah pada kisaran Rp17.500 per dolar AS.

Target-target tersebut menjadi bagian dari asumsi dasar ekonomi makro yang akan menjadi landasan penyusunan kebijakan fiskal pemerintah sepanjang 2027.

Kemiskinan dan Pengangguran Jadi Perhatian

Tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga memasang target untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat.

Tingkat kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6,0–6,5 persen. Sementara tingkat pengangguran terbuka diharapkan berada pada rentang 4,3–4,87 persen.

Pemerintah juga menargetkan perbaikan rasio gini menjadi 0,362–0,367 sebagai salah satu indikator pemerataan ekonomi.

Prabowo menegaskan pencapaian target tersebut membutuhkan reformasi fiskal yang dilakukan secara konsisten dan menyeluruh.

Langkah yang disiapkan antara lain optimalisasi pendapatan negara, mengurangi kebocoran penerimaan, meningkatkan efisiensi belanja, memperkuat perlindungan sosial agar lebih tepat sasaran, serta mengembangkan skema pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan.

Presiden Tekankan Pentingnya Data BPS

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti pentingnya kualitas data dalam menentukan kebijakan fiskal dan ekonomi nasional.

Menurutnya, berbagai angka yang digunakan dalam APBN sangat berkaitan dengan indikator makroekonomi. Sementara itu, kualitas indikator makroekonomi sangat bergantung pada data yang dikumpulkan pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS).

“Angka-angka APBN kita sangat bergantung dengan angka-angka makroekonomi kita. Angka-angka makroekonomi kita sangat bergantung dari kualitas data yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik kita,” kata Prabowo.

Karena itu, Presiden mengajak masyarakat berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026. Ia meminta masyarakat mengisi data sensus secara jujur agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai aktivitas ekonomi nasional.

Prabowo menegaskan data sensus tersebut tidak ditujukan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi masyarakat, melainkan menjadi salah satu dasar untuk menyusun kebijakan dan anggaran secara lebih tepat.

Dengan desain RAPBN 2027 tersebut, pemerintah ingin memastikan kebijakan fiskal tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pangan dan energi, membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, memperluas pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Exit mobile version