Ribuan Jamaah Hadiri Mujahadah Nisfussanah Wahidiyah di Mataram, Simak Ini Fatwa Amanat Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Firkri RA

Warga NTB Antusias Ikuti Mujahadah Nisfussanah Bersama Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Firkri RA
Warga NTB Antusias Ikuti Mujahadah Nisfussanah Bersama Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Firkri RA

Beliau juga menjelaskan bahwa Sholawat Wahidiyah dapat menenangkan hati, membersihkan diri dari sifat-sifat tercela seperti ujub, sombong, dan ananiyah. “Jika diamalkan dengan sungguh-sungguh, insya Allah kita akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat,” tambahnya.

Fatwa dan Amanat dari Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Firkri RA

Puncak acara ditandai dengan fatwa, amanat, dan doa restu dari Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Firkri RA, yang merupakan guru rohani penerus perjuangan Sholawat Wahidiyah sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo Al-Munadhdhoroh Kediri.

Dalam amanatnya, beliau menjelaskan bahwa Mujahadah Nisfussanah merupakan salah satu tahapan ritual penting bagi pengamal Sholawat Wahidiyah.

“Bagi pemula, amalan dimulai dengan mujahadah 40 hari, kemudian dilanjutkan dengan yaumiyah (harian), usbuiyah (mingguan), syahrian (bulanan), rubuusyanah (triwulan), hingga nisfussanah (setengah tahunan) seperti malam ini. Puncaknya adalah Mujahadah Kubro di Kedunglo, Kediri,” jelas beliau.

Makna dan Tujuan Mujahadah Wahidiyah

Lebih lanjut, Kanjeng Romo menjelaskan bahwa Sholawat Wahidiyah merupakan doa khusus yang disusun oleh Romo KH. Abdul Madjid Ma’ruf, pendiri Pondok Pesantren Kedunglo, pada tahun 1960.

“Tujuannya adalah untuk menjernihkan hati dan mencapai makrifat billah. Mujahadah ini bukan sekadar pengajian, tetapi latihan spiritual untuk menata hati, memohon ampunan, serta memohon taufik dan hidayah dari Allah SWT,” tutur beliau.

Dan tujuan pokoknya adalah lillahhi taala dan iman billah.

Beliau menegaskan, mujahadah memiliki berbagai metode, salah satunya adalah membaca sholawat sebagai sarana dzikir dan pendekatan diri kepada Allah SWT.

Ada jemaah menangis, adalah efek spritual seseorang yang ingin minta maghfiroah kepada Allah SWT, efek spiritual dari orang yang ingin memohon syafaat Rosulullah SAW.

Acara yang berlangsung hingga malam itu berjalan penuh khidmat dan tertib. Lantunan Sholawat Wahidiyah menggema di seluruh lapangan, menciptakan suasana religius dan damai. Jamaah terlihat khusyuk dalam dzikir dan doa, berharap memperoleh keberkahan, ketenangan hati, dan syafaat Rasulullah SAW

Exit mobile version