Partisipasi Publik Jadi Kunci Kepercayaan Masyarakat
Menteri Rini menekankan pentingnya partisipasi publik yang tulus dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Dengan melibatkan warga negara dan memanfaatkan platform yang menampung jutaan aspirasi, setiap suara masyarakat menjadi peluang untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya harus mendengarkan aspirasi, tetapi juga bertindak nyata atas masukan dari masyarakat.
Menuju Pemerintahan 5.0: Pemerintah Bersama Rakyat
Lebih lanjut, Menteri Rini menyebut bahwa pola pikir baru dalam tata kelola pemerintahan akan membentuk Pemerintahan 5.0, di mana negara dan rakyat berkolaborasi secara langsung.
“Pola pikir kreatif bersama ini mendefinisikan masa depan kita — dari memerintah untuk rakyat menjadi memerintah bersama rakyat,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa teknologi menghadirkan kecepatan, namun hanya keterbukaan yang mampu menghadirkan kepercayaan. Keterbukaan inilah yang menjadi fondasi terpenting dalam membangun bangsa yang demokratis, inklusif, dan manusiawi.
Keterbukaan dan Partisipasi Sebagai Pilar Demokrasi Baru
Menteri Rini menegaskan bahwa komitmen terhadap keterbukaan dan partisipasi publik tidak sekadar formalitas, tetapi menjadi pondasi demokrasi modern. Aspirasi masyarakat harus dapat membentuk kembali sistem tata kelola pemerintahan, bukan hanya menjadi data yang diarsipkan.
“Kita berbagi kisah tentang kemajuan dan harapan, bukan kesempurnaan. Kisah ini menggambarkan bagaimana keterbukaan dan partisipasi dapat menjembatani kesenjangan antara warga negara dan negara, mengubah birokrasi menjadi rasa memiliki,” pungkasnya.






