“Kami berharap program ini dapat melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Sebagai catatan, pada tahun lalu, 29 santri berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz selama program berlangsung. Diharapkan tahun ini capaian tersebut dapat meningkat dengan lebih banyak santri yang menyempurnakan hafalannya.
Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui situs resmi Dayah Insan Qur’ani atau melalui surat resmi yang telah dibagikan kepada peserta.
Syekh Abdul Qadir Perbaiki Bacaan Surah Al-Fatihah
Dalam kesempatan tersebut, Syekh Abdul Qadir berpesan kepada para santri bahwa belajar harus dilakukan dengan guru. Ia mengutip petuah Imam Syafi’i yang menegaskan bahwa ilmu hanya dapat diperoleh dengan enam hal.
“Akhi, engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam hal, yaitu kecerdasan, semangat, kesungguhan, bekal, bimbingan guru, dan waktu yang lama,” ujarnya, Jumat (7/3/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa tujuan turunnya Al-Qur’an bukan untuk memecah gunung atau melubangi bumi, tetapi untuk memberikan hidayah bagi umat manusia.
Para santri tampak sangat antusias sepanjang sesi bersama Syekh Abdul Qadir. Setelah ceramah selesai, suasana semakin hidup ketika beliau mengadakan praktik perbaikan bacaan Surah Al-Fatihah secara langsung.
Para santri dengan penuh semangat bergantian membaca, sementara Syekh Abdul Qadir membimbing, mengoreksi makhraj dan tajwid mereka dengan teliti.
Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi para santri untuk mendapatkan bimbingan langsung dari seorang pakar Qira’at ‘Asyarah, sehingga mereka dapat memperbaiki bacaan dengan lebih baik dan benar sesuai dengan kaidah yang shahih.
