RELIGI  

Serap Aspirasi Penyelenggaraan Muktamar di Tahun 2021

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Ahmad Helmy Faishal Zaini. (Foto. Dok. NU Online)

“Nah, kenapa Munas-Konbes NU ini bisa dilaksanakan full luring? Karena hanya melibatkan 34 wilayah saja dan ketua-ketua lembaga serta banom dalam pleno. Saya kira, Munas-Konbes NU dengan kondisi seperti ini akan lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” terang pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat, 49 tahun lalu itu. Hal tersebut tentu saja berbeda dengan perhelatan Muktamar NU yang akan melibatkan pengurus cabang se-Indonesia.

Asumsinya, jika dilibatkan 500 cabang dengan menghadirkan masing-masing rais syuriyah dan ketua maka akan ada 1.000 orang yang hadir di luar pengurus PBNU. “Kalau sama PBNU sekurang-kurangnya akan ada 1.500 orang. Apakah mungkin penyelenggaraan di tengah kondisi seperti ini semuanya akan hadir? Atau misalnya pakai zonasi. Nah, hal-hal teknis Muktamar ke-34 NU ini akan diputuskan di munas nanti,” pungkasnya.

Sebelumnya, melalui rapat gabungan pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah, PWNU Jawa Timur memutuskan untuk mengusulkan pelaksanaan Muktamar ke-34 NU pada tahun 2021 ini. Usulan ini akan diperjuangkan agar bisa menjadi keputusan pada Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2021. Pada gelaran Munas-Konbes NU itu, PWNU Jawa Timur secara resmi akan menyuarakan pelaksanaan Muktamar NU selambat-lambatnya pada Desember 2021 mendatang. Muktamar ke-34 NU sedianya sudah digelar pada 2020. Namun karena pandemi diputuskan diundur pada November 2021.

“Jika diundur lagi, PWNU Jawa Timur khawatir akan terjadi krisis legitimasi di tubuh PBNU,” kata Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Anwar Iskandar.(Aru Lego Triono)

Sumber : nu.or.id

Exit mobile version