Gaza, sumateratoday.com– Situasi di Jalur Gaza kembali memanas. Militer Israel (IDF) pada Minggu, 29 Juni 2025, mengeluarkan perintah evakuasi besar-besaran untuk warga Palestina di Gaza Utara. Langkah ini diambil sebagai persiapan serangan lanjutan terhadap kelompok Hamas.
Di tengah eskalasi ini, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak Israel untuk segera mencapai kesepakatan pembebasan sandera yang masih ditahan di Gaza.
Lewat akun resmi di platform X (dulu Twitter), Trump menulis singkat namun tegas, “MAKE THE DEAL IN GAZA” atau “SEGERA CAPAI KESEPAKATAN DI GAZA”.
Seruan tersebut muncul saat negosiasi gencatan senjata dan pembebasan sandera kembali digalakkan oleh berbagai pihak internasional.
IDF Minta Warga Gaza Utara Segera Mengungsi
Melalui pesan singkat ke ponsel warga dan unggahan media sosial, militer Israel menginstruksikan warga di sejumlah wilayah Gaza Utara, termasuk Gaza City dan Jabalia, untuk segera mengungsi ke daerah pesisir selatan, Mawasi, yang disebut sebagai zona aman.
Kolonel Avichay Adraee, Juru Bicara IDF untuk wilayah Arab, menjelaskan bahwa operasi militer akan diperluas dan ditingkatkan, dengan target menghancurkan kemampuan militer kelompok Hamas di wilayah tersebut.
“IDF akan meningkatkan kekuatan operasi di wilayah Gaza Utara. Serangan akan meluas ke pusat kota Gaza untuk menghancurkan infrastruktur organisasi teror,” ujar Adraee di akun resminya di platform X.
Area yang diperintahkan untuk dievakuasi termasuk distrik padat seperti Zaitun Timur, Kota Tua Gaza, Turkman, Ajdeida, Tuffah, Daraj, Sabra, Jabalia Lama, Jabalia Nazla, Kamp Jabalia, Rawda, Nahda, Zahra, Noor, Salam, hingga Tel Al-Zaatar.
Sejak akhir Mei 2025, kawasan tersebut sebenarnya sudah masuk dalam zona larangan masuk, namun perintah evakuasi ulang ini menunjukkan persiapan Israel untuk serangan besar berikutnya.
Sandera Israel Jadi Fokus Negosiasi
Pemerintah Israel di bawah Benjamin Netanyahu dijadwalkan melakukan rapat keamanan nasional Minggu malam untuk mengevaluasi perkembangan operasi militer di Gaza. Sumber keamanan Israel mengungkapkan bahwa kampanye militer telah mendekati tujuannya, namun memperluas serangan berisiko membahayakan para sandera yang masih ditahan Hamas.
Isu pembebasan sandera menjadi krusial dalam konflik ini. Berbagai upaya diplomatik, termasuk dari Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar, terus dilakukan untuk memediasi kesepakatan yang dapat menghentikan perang sekaligus mengamankan pembebasan sandera.
Seruan Trump agar Israel segera membuat kesepakatan mencerminkan tekanan internasional yang semakin besar untuk menemukan solusi damai, meskipun di lapangan situasi justru mengarah pada peningkatan konflik.
