Salah satu peserta, Al Aqshal, produsen busana muslim asal Tasikmalaya, mengaku merasakan dampak luar biasa dari partisipasinya.
“Bergabung dengan UMKM binaan Pertamina benar-benar mengubah permainan bagi kami. Penjualan meningkat signifikan, dan yang lebih menggembirakan, kami berhasil mendapatkan mitra bisnis baru, termasuk peluang ekspor. Terima kasih kepada Pertamina atas bimbingan dan kesempatan ini,” ujar Nining Suminar, pemilik Al Aqshal.
Sementara itu, Seashell Indonesia, yang menampilkan produk kulit kerang khas Situbondo, juga merasakan dampak besar dari keikutsertaan di INACRAFT 2025.
“Antusiasme pengunjung luar biasa! Produk kami laris manis, bahkan ada buyer dari luar negeri yang tertarik bekerja sama jangka panjang. Ini adalah peluang emas yang tidak akan kami sia-siakan,” kata Hary Soerijanto, pemilik Seashell Indonesia.
Partisipasi UMKM binaan dalam INACRAFT 2025 sejalan dengan visi Pertamina dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas, mengembangkan kewirausahaan, dan memperkuat industri kreatif nasional.
Dengan program pembinaan yang intensif, Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung UMKM agar berdaya saing tinggi dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi inklusif.
Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina juga memastikan bahwa seluruh program binaannya mendukung target Net Zero Emission 2060.
Langkah ini dilakukan melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya, termasuk dalam pemberdayaan UMKM.
Dengan pencapaian ini, UMKM binaan Pertamina kembali membuktikan bahwa produk lokal tak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga semakin diperhitungkan di kancah internasional.
