SUMATERATODAY.COM– Polda Sumatera Selatan melalui Satresnarkoba Polrestabes Palembang berhasil membongkar jaringan peredaran sabu berskala besar dalam operasi yang digelar Rabu (15/4/2026). Dalam pengungkapan tersebut, tiga tersangka ditangkap di tiga lokasi berbeda dengan total barang bukti sabu seberat 189,55 gram.
Ketiga tersangka masing-masing berinisial MY (44), MS (44), dan HJ (48). Salah satu pelaku diketahui berasal dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sehingga polisi menduga jaringan ini memiliki jalur distribusi lintas provinsi.
Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di kawasan Jalan Bambang Utoyo, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan.
Sekitar pukul 13.00 WIB, petugas berhasil menangkap dua tersangka pertama di lokasi awal. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sabu yang disimpan di dalam tas selempang warna hitam.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi kemudian melakukan pengembangan ke lokasi kedua di kawasan Sematang Borang. Di tempat itu, petugas kembali menemukan barang bukti tambahan yang disembunyikan di atas plafon rumah.
Operasi berlanjut ke lokasi ketiga di wilayah Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin. Di sana, tersangka HJ berhasil diamankan sekitar pukul 17.00 WIB tanpa perlawanan.
Selain sabu seberat 189,55 gram yang terbagi dalam 11 paket, polisi juga menyita satu unit timbangan digital, plastik klip kosong, alat pengemasan, tiga unit telepon seluler, serta satu unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkotika.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil gerak cepat personel di lapangan.
“Dari penangkapan awal, tim langsung melakukan pengembangan hingga berhasil mengamankan tiga tersangka di tiga lokasi berbeda dalam satu hari. Ini menunjukkan kesiapan personel dalam mengungkap jaringan narkoba,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan pelaku dari luar daerah mengindikasikan adanya jaringan yang lebih luas. Polisi saat ini masih mendalami kemungkinan keterkaitan dengan pemasok utama maupun pelaku lain.






