Penggunaan Teknologi Citra Satelit oleh Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis Irigasi dan Rawa menyampaikan tentang pemanfaatan citra satelit dalam perhitungan indeks tanam (“Utilization of Satellite Imagery in Calculating The Crop Indeks”). Teknologi ini dikembangkan guna mendukung visi Kabinet Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai bagian dari strategi pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air memanfaatkan teknologi citra satelit untuk memonitor keberhasilan pelaksanaan rehabilitasi irigasi.
Penentuan lokasi target rehabilitasi jaringan irigasi menggunakan hasil interpretasi citra melalui sistem IDMAl (Integrated Digital Monitoring for Agriculture and Irrigation) yang dikembangkan bersama oleh Bappenas, BRIN, Kementerian Pertanian, BMKG, dan BPS.
Kesamaan Tantangan dan Harapan Kerja Sama
Kenji Washino, Direktur Overseas Land Improvement Technical Office, Design Division, Rural Development Bureau, MAFF, menyampaikan bahwa Jepang dan Indonesia menghadapi tantangan serupa dalam hal kekeringan, banjir, serta pergeseran waktu tanam akibat perubahan iklim.
Hal ini disebabkan oleh kesamaan kondisi geografis kedua negara sebagai daerah monsoon dengan tingkat kelembaban tinggi serta pusat pertanian padi. Dengan adanya kesamaan ini, diharapkan kerja sama dalam teknologi irigasi dan drainase dapat semakin diperkuat.
Selaras dengan hal tersebut, Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air, Birendrajana, juga mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat terus dilanjutkan.
Ia menekankan bahwa pertukaran teknologi dalam pengelolaan irigasi merupakan bentuk kerja sama bilateral yang bernilai strategis bagi kedua negara.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor irigasi dan drainase di Indonesia maupun Jepang.
