-
Mengeluarkan pernyataan publik resmi menuntut dihentikannya kekerasan terhadap warga sipil dan operasi kemanusiaan.
-
Mendesak pemerintah masing-masing melakukan tekanan diplomatik terhadap Israel.
-
Menjamin pengiriman bantuan medis dan kemanusiaan ke Gaza tanpa hambatan.
-
Menuntut akuntabilitas bagi pelaku pelanggaran hukum humaniter internasional.
Seruan ini mendapatkan dukungan resmi dari masyarakat Bulan Sabit Merah negara-negara seperti Rusia, Norwegia, Albania, Austria, Bosnia dan Herzegovina, serta Qatar, yang menyatakan siap bergabung dalam kampanye internasional untuk menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza.
Kondisi di Gaza: Krisis yang Terus Memburuk
Serangan terhadap markas PRCS terjadi di tengah kondisi kemanusiaan yang terus memburuk di Jalur Gaza. Blokade berkepanjangan, serangan udara intensif, dan keterbatasan akses bantuan telah menjerumuskan wilayah tersebut ke dalam bencana pangan dan kesehatan yang akut.
WHO baru-baru ini melaporkan bahwa sedikitnya 10% penduduk Gaza kini mengalami malnutrisi akut, sementara rumah sakit dan pusat kesehatan berjuang dengan kekurangan pasokan medis dan bahan bakar.
Serangan langsung terhadap fasilitas kemanusiaan, seperti yang dialami PRCS, meningkatkan kekhawatiran bahwa ruang-ruang netral dalam konflik kini ikut menjadi sasaran, mengancam keselamatan para tenaga medis dan relawan yang bekerja di garis depan untuk menyelamatkan nyawa.
Seruan untuk Komunitas Internasional
Melalui pernyataan publiknya, IRCS meminta agar masyarakat internasional tidak tinggal diam menyaksikan serangan terhadap lembaga-lembaga kemanusiaan.
Mereka menegaskan pentingnya menegakkan hukum internasional dan menjaga netralitas organisasi bantuan di zona konflik.
“Jika dunia membiarkan serangan terhadap petugas kemanusiaan terjadi tanpa konsekuensi, maka bukan hanya hukum yang diabaikan, tapi juga kemanusiaan itu sendiri,” tegas IRCS dalam penutup pernyataannya.






