Teknologi Digital dan Ramah Lingkungan
Dalam pengerjaan proyek, Hutama Karya menerapkan teknologi konstruksi digital terintegrasi melalui Building Information Modelling (BIM). Teknologi ini membantu perencanaan detail sebelum konstruksi dimulai, sehingga mencegah kesalahan pembangunan, menghemat material, serta mempercepat penyelesaian pekerjaan.
“Dengan BIM, kami dapat memastikan setiap bagian dermaga terpasang dengan tepat tanpa perlu pembongkaran ulang. Seluruh proses juga mengedepankan standar ramah lingkungan dengan pengawasan Dinas Lingkungan Hidup dan otoritas pelabuhan,” kata Adjib.
Tantangan Lokasi Proyek
Lokasi proyek yang hanya bisa diakses melalui jalur laut menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasi keterbatasan, Hutama Karya melakukan pendekatan dengan pemilik akses jalur darat guna memperlancar distribusi material.
“Pembangunan dermaga dilakukan dengan kapal tongkang besar yang dilengkapi alat berat. Tim proyek juga menerapkan efisiensi, misalnya memanfaatkan kembali potongan material baja sebagai struktur pendukung tambahan serta menggunakan sistem precast untuk meminimalkan pemborosan,” tambah Adjib.
Dengan selesainya pembangunan Dermaga TBBM Tanjung Batu, Hutama Karya menegaskan komitmennya mendukung pembangunan infrastruktur energi nasional, khususnya dalam memperkuat rantai pasok BBM di kawasan Indonesia Timur dan Tengah.






