Presiden Jokowi juga menegaskan agar Pertamina terlibat dalam pengelolaan Blok Gas Mnazi Bay dan pengolahan gas alam di Tanzania.
Mozambik menjadi negara berikutnya yang menggandeng Pertamina, di mana PIEP membuat MoU dengan Buzi Hydrocarbons Pte Ltd untuk mengeksplorasi potensi sektor migas di negara tersebut.
Sebelum lawatan ini, Pertamina juga telah berkomitmen dengan GUMA untuk pengembangan bisnis di Kenya, Afrika Selatan, dan Republik Demokratik Kongo.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, menegaskan bahwa ekspansi Pertamina di Afrika bertujuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.
“Kami memiliki semangat ‘bring the barrels home’, artinya setiap langkah Pertamina di luar negeri harus kembali berdampak positif bagi Indonesia,” ungkap Nicke.
Dengan inisiatif ini, Pertamina tidak hanya menunjukkan perannya sebagai BUMN yang mendukung misi pemerintah dalam hubungan bilateral, tetapi juga komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan Sustainable Development Goals (SDG’s).
Sebagai pemimpin transisi energi, Pertamina terus berinovasi dan berkomitmen pada penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) dalam setiap aspek bisnisnya.(*)






