“Kalau semua komoditas kita masuk ke industri-industri turunan, penerimaan negara akan melompat. Semua ini bisa kita manfaatkan untuk membangun infrastruktur, seperti jalan desa, jalan tol, pelabuhan baru, bandara baru, serta subsidi dan bantuan sosial untuk rakyat kita,” jelasnya.
Pentingnya Meningkatkan Produksi Minyak dan Gas Dalam Negeri
Selain fokus pada hilirisasi, Presiden Jokowi juga menyoroti pentingnya meningkatkan produksi minyak dan gas dalam negeri.
Ia menggarisbawahi agar lifting minyak — yakni proses penarikan minyak bumi dari perut bumi untuk dijual — tidak boleh dibiarkan terus menurun, karena hal ini akan menyebabkan peningkatan impor dan menguras cadangan devisa negara.
“Jangan sampai lifting minyak kita dibiarkan turun seberapa pun, bahkan seliter pun tidak boleh turun, harus naik. Setiap tahun harus ada peningkatan,” tegasnya.
Presiden menyampaikan bahwa peningkatan produksi minyak dan gas dalam negeri akan sangat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor, yang selama ini membebani neraca perdagangan.
Penyederhanaan Regulasi dan Kemudahan Investasi
Dalam pidatonya, Presiden juga menekankan pentingnya penyederhanaan regulasi untuk memudahkan investasi dan eksplorasi di sektor ESDM.
Menurutnya, banyak negara di dunia saat ini berlomba-lomba untuk meningkatkan daya tarik investasi melalui regulasi yang lebih sederhana dan proses yang lebih cepat.
Ia menyampaikan bahwa negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. “Saat ini, bukan lagi negara besar mengalahkan negara kecil, bukan pula negara kaya mengalahkan negara berkembang, tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat,” tuturnya.
Presiden Jokowi menekankan pentingnya bergerak cepat dalam menyederhanakan regulasi di sektor ESDM agar Indonesia bisa lebih bersaing di kancah global.
Menurutnya, dengan hilirisasi dan kemudahan regulasi, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju yang mandiri secara ekonomi.
Di akhir pidatonya, Presiden menyatakan harapannya agar semua pihak, termasuk pelaku industri, pemerintah daerah, serta masyarakat, dapat bersama-sama mendukung langkah hilirisasi dan meningkatkan produksi dalam negeri.
Dengan begitu, sektor ESDM di Indonesia bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi bangsa, tidak hanya dari segi ekonomi tetapi juga untuk kesejahteraan sosial.
Komitmen Presiden Joko Widodo untuk memperkuat hilirisasi di sektor ESDM menunjukkan arah kebijakan yang jelas bagi Indonesia untuk tidak lagi hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi juga menjadi pemain utama dalam produk bernilai tinggi.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian nasional, mengurangi ketergantungan pada impor, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.
Dengan berbagai langkah konkret yang telah disampaikan, seperti pengembangan industri turunan nikel, peningkatan lifting minyak, serta penyederhanaan regulasi, pemerintah Indonesia terus berupaya mengoptimalkan potensi sektor ESDM sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional.






