Toyota Mirai 2026 Tampil Lebih Sporty, Tapi Nasib Hidrogen Tetap Abu-abu

The 2026 Toyota Mirai, Velg Baru, Harapan Lama, dan Sebuah Realita yang Tak Bisa Diabaikan
The 2026 Toyota Mirai, Velg Baru, Harapan Lama, dan Sebuah Realita yang Tak Bisa Diabaikan
SUMATERATODAY.COM– Industri otomotif sedang berada di titik balik besar. Di satu sisi, konsumen semakin sadar pentingnya kendaraan ramah lingkungan. Di sisi lain, mereka tetap ingin mobil yang praktis, hemat biaya, dan tidak merepotkan dalam penggunaan sehari-hari. Dari sinilah muncul gelombang kendaraan elektrifikasi—hybrid, plug-in hybrid, hingga battery electric vehicle (EV) yang kini merajai berbagai pasar dunia.

Namun di tengah ramainya arus elektrifikasi baterai, ada satu teknologi yang di mata sebagian orang masih menyimpan harapan besar: hidrogen. Dan tidak banyak produsen yang seteguh Toyota dalam mempertahankannya. Model yang menjadi simbol kesetiaan itu adalah Toyota Mirai, sebuah sedan elegan bertenaga fuel-cell yang sejak awal dilahirkan dengan ambisi besar: menjadikan hidrogen sebagai bagian nyata dari masa depan otomotif.

Kini, Mirai memasuki tahun model 2026. Namun alih-alih menerima pembaruan besar, mobil ini justru hadir dengan perubahan yang begitu sederhana—sekumpulan velg aluminium hitam berukuran 19 inci. Hanya itu. Tetapi di balik pembaruan minimalis tersebut, terdapat kisah panjang, kompleks, dan sangat manusiawi tentang upaya keras mempertahankan sebuah mimpi.

Mirai: Mobil yang Lahir dari Ideal dan Keyakinan

Ketika Toyota pertama kali memperkenalkan Mirai, dunia otomotif melihatnya sebagai langkah berani—bahkan nekat. Ini bukan sekadar mobil, tapi eksperimen masa depan. Mirai adalah FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle), mobil listrik yang tidak perlu dicolok ke charger. Tenaga datang dari hidrogen yang diproses menjadi listrik untuk menggerakkan motor elektriknya.

Baca Juga :  Penutupan MTQ Nasional ke-30 di Samarinda, Kalimantan Timur, Akan Dimeriahkan Atraksi 500 Drone dan Seni Kaligrafi Internasional

Bagi banyak insinyur Toyota, Mirai bukan sekadar proyek. Ia adalah bukti bahwa teknologi bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara. Tenang, senyap, dan memiliki jarak tempuh 647 km, Mirai adalah mobil yang seolah ingin mengatakan bahwa masa depan tidak harus membuat pengguna menunggu berjam-jam di stasiun pengisian.

Dan itu benar. Secara teknis, Mirai adalah salah satu mobil hidrogen paling matang di dunia. Dengan tenaga 182 hp, ia menawarkan pengalaman berkendara seperti EV modern: smooth, effortless, dan impresif dalam hal efisiensi.

Namun dunia tidak selalu bergerak sesuai dengan idealisme yang dibangun oleh segelintir pionir teknologi.