Mohamed Kullab, 29 Tahun: Tewas dalam Serangan Udara
Korban lainnya adalah Mohamed Kullab (29), yang dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel pada 22 Juli di kamp pengungsi al-Qadesiya, Khan Younis, Gaza selatan. Menurut saudara iparnya, Amar Ragaida, Mohamed saat itu sedang beristirahat di tendanya ketika serangan terjadi antara pukul 17.00–18.00.
Mohamed sempat berbicara dengan Amar sehari sebelumnya, membahas rencana mencari bantuan makanan. “Dia ingin mencari tepung untuk saya. Keesokan harinya, dia sudah tidak ada,” kata Amar.
Mohamed meninggalkan seorang saudari dan adik laki-laki yang menggantungkan hidup padanya. Ia dikenal sebagai pemuda yang santun, penuh semangat, dan tidak suka mencari masalah.
Terkait kematian Mohamed, IDF mengeluarkan pernyataan serupa, menyatakan bahwa mereka mengambil “langkah pencegahan” dan memerlukan koordinat pasti untuk menyelidiki lebih lanjut.
Kondisi Kemanusiaan Memburuk
Sejumlah organisasi kemanusiaan internasional menyuarakan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi di Gaza.
PBB menyebut krisis pangan yang melanda wilayah itu sebagai salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade. Mereka menegaskan bahwa akses terhadap bantuan masih sangat terbatas dan tidak sebanding dengan kebutuhan di lapangan.
Israel, di sisi lain, terus membantah tuduhan bahwa mereka sengaja menciptakan kelaparan di Gaza, dan menyalahkan Hamas atas distribusi bantuan yang tidak merata.
Namun, insiden kematian warga sipil seperti Abdullah, Ahmed, dan Mohamed memperlihatkan bahwa dampak konflik bukan hanya pada angka statistik, melainkan pada manusia-manusia nyata yang kehilangan harapan di tengah reruntuhan perang.
