Namun, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, tetap optimistis dengan persiapan yang telah dilakukan tim sejak jauh-jauh hari.
“Persiapan sudah kami lakukan sejak November. Latihan fisik dan strategi sudah dirancang untuk menghadapi jadwal padat bulan Desember, di mana kami bermain hampir setiap lima hari sekali. Meski beberapa pemain absen, kami yakin tim tetap kompetitif,” jelas pria yang akrab disapa Inal itu.
Tekad untuk Akhiri Puasa Kemenangan
Inal juga menyebutkan bahwa Arema FC bertekad untuk memutus rentetan hasil kurang memuaskan dalam enam musim terakhir melawan Persebaya.
Meskipun tidak memberikan janji bonus secara eksplisit, ia mengisyaratkan adanya insentif tambahan untuk memacu semangat pemain.
“Kami tidak menjanjikan bonus secara pasti, tetapi bonus selalu menjadi motivasi tambahan. Dalam enam musim terakhir, kami belum pernah menang melawan Persebaya. Siapa tahu, tahun ini jadi momen kami mencetak sejarah di GBT,” kata Inal.
Dukungan Aremania
Pertandingan ini juga menjadi ujian besar bagi Arema FC untuk membuktikan diri di hadapan para pendukung setianya, Aremania.
Meskipun laga berlangsung di kandang lawan, dukungan moral dari Aremania tetap menjadi motivasi tambahan bagi tim untuk tampil maksimal dan memberikan yang terbaik.
Dengan persiapan matang dan semangat juang tinggi, Arema FC optimistis bisa memberikan perlawanan sengit kepada Persebaya dalam derbi panas yang dipastikan akan berlangsung penuh tensi.
Apakah Arema FC mampu memutus catatan buruk dan mencetak kemenangan bersejarah di Gelora Bung Tomo? Semua akan terjawab pada Sabtu mendatang.






