AS Bombardir Iran Usai Helikopter Apache Jatuh, Teheran Langsung Balas Serang

AS Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas
AS Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

AS Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

SUMATERATODAY.COM-  Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah target militer di Iran pada Rabu (10/6/2026) dini hari. Langkah tersebut diambil setelah Washington menuding Teheran bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter serang AH-64 Apache milik Angkatan Darat AS di sekitar Selat Hormuz.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS menyerang sejumlah fasilitas pertahanan udara, pusat kendali darat, serta radar pengawasan milik Iran. Serangan itu disebut sebagai respons atas ancaman terhadap pasukan AS dan jalur pelayaran internasional di kawasan.

Pemerintah Iran mengonfirmasi adanya serangan di wilayah Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, namun belum mengungkapkan tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Tak lama setelah serangan berlangsung, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah lokasi di Bahrain dan Kuwait. Kedua negara segera mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk menghadapi ancaman tersebut.

Di saat yang sama, Yordania mengumumkan berhasil mencegat lima rudal yang ditembakkan Iran ke arah Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, fasilitas militer yang diketahui menjadi lokasi penempatan pesawat tempur dan personel Amerika Serikat.

Eskalasi terbaru ini semakin memperburuk situasi keamanan regional yang masih rapuh pascagencatan senjata antara Iran dan Israel pada April lalu. Sehari sebelumnya, kedua negara kembali terlibat aksi saling serang untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata diberlakukan.

Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya dua personel unit pertahanan udara tewas akibat serangan yang dikaitkan dengan Israel.

Helikopter Apache Jatuh Setelah Diduga Bertabrakan dengan Drone Iran

Ketegangan meningkat setelah sebuah helikopter serang AH-64 Apache milik Angkatan Darat AS jatuh saat menjalankan patroli di dekat Selat Hormuz.

Baca Juga :  UNSRI Tampung 24.786 Peserta UTBK SNBT 2025 di Indralaya

Seorang pejabat Amerika yang mengetahui penyelidikan menyebut insiden tersebut diduga terjadi setelah helikopter bertabrakan dengan pesawat nirawak Iran. Namun hingga kini penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap investigasi.

Sejumlah media Amerika Serikat, termasuk CNN dan CBS News, sebelumnya juga melaporkan adanya indikasi tabrakan antara Apache dan drone Iran.

Kedua awak helikopter berhasil diselamatkan melalui operasi yang melibatkan kapal nirawak militer. Dalam operasi yang disebut pertama kali dilakukan oleh militer AS tersebut, kedua pilot ditemukan sekitar dua jam setelah kecelakaan dan dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa mengalami luka.