Lebih lanjut Tjahjo menyampaikan bahwa Hutama Karya berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan Bendungan Ameroro ini dengan tepat waktu dan tepat mutu.
“Kami menargetkan Bendungan Ameroro akan rampung akhir tahun 2023. Secara keseluruhan progres sudah lebih cepat dari master schedule yang telah ditentukan. Ini menjadi prestasi tersendiri bagi HK,” ujar Tjahjo.
Dalam pembangunan proyek ini, Hutama Karya melakukan pekerjaan persiapan, pekerjaan jalan akses dan jembatan, pekerjaan hydro mekanikal dan elektrikal, pekerjaan bangunan fasilitas dan penyelenggaraan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dengan mengusung konsep green constructions. Adapun saat ini sudah tahap penyelesaian pekerjaan main dam, spillway, bangunan fasilitas, landscape serta clearing area genangan.
“Mendukung konsep green constructions, dalam pengerjaannya, Hutama Karya berinovasi dengan menggunakan metode hydroseeding yang mencampur bibit tanaman kacang-kacangan dengan pupuk, bahan perekat dan pupuk kompos di campur di dalam mesin agitator agar bisa digunakan pada permukaan tebing. Hal ini dapat mengurangi penggunaan semen pada proteksi konvensional dan membuat tampilan tebing tampak lebih hijau serta menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Tjahjo Purnomo EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Hutama Karya berharap dengan selesainya pembangunan Bendungan Ameroro dapat meningkatkan volume tampungan air sehingga suplai air irigasi ke lahan pertanian dapat terus terjaga, tersedianya air baku, tersedianya energi listrik sebesar 1.365 KWH, mereduksi banjir dan tentunya bisa menjadi salah satu objek pariwisata bagi masyarakat sekitar.






