Untuk bulan Agustus, pelaku pasar memperkirakan inflasi CPI akan melambat lebih jauh hingga 2,6% secara tahunan (YoY).
Jika angka ini benar-benar terealisasi, hal ini dapat memberikan dorongan positif bagi harga Bitcoin, mengingat aset ini sering kali dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Di sisi lain, Core CPI, yang mengeluarkan komponen makanan dan energi, diperkirakan tetap stabil di 3,2% YoY.
Baik CPI umum maupun Core CPI diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar 0,2% secara bulanan (MoM) pada bulan Agustus. Menurut Panji Yudha, seorang ahli keuangan dari Ajaib Kripto, secara teknikal Bitcoin saat ini berpotensi menguji kembali area resistance di $57.000.
“Jika berhasil menembus resistance tersebut, Bitcoin bisa menuju ke MA-20 di sekitar $58.830, dengan target berikutnya di kisaran $61.000 hingga $62.000, asalkan data inflasi sesuai atau lebih rendah dari ekspektasi pasar,” ujar Panji.
Namun, Panji juga memberikan peringatan bahwa jika data inflasi lebih tinggi dari perkiraan, harga Bitcoin dapat kembali turun. “Jika data inflasi ternyata lebih tinggi dari ekspektasi, Bitcoin berpotensi mengalami penurunan dari level resistance $57.000, dan bisa melemah hingga ke level sekitar $55.000,” sambungnya.
Pengaruh Kebijakan The Fed Terhadap Aset Kripto
Selain data inflasi, langkah-langkah kebijakan moneter yang diambil oleh Federal Reserve (The Fed) AS juga akan sangat mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya dalam beberapa minggu ke depan.
Saat ini, pasar sedang menantikan pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dijadwalkan pada 17-18 September 2024. Dalam pertemuan ini, ada harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga untuk mendukung perekonomian yang sedang melambat.
Berdasarkan Alat FedWatch dari CME, para pedagang memperkirakan ada peluang 73% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps), sementara 27% lainnya memprediksi kemungkinan pemangkasan yang lebih agresif sebesar 50 bps.
Jika The Fed memangkas suku bunga, ini bisa memberikan dorongan bagi aset berisiko seperti Bitcoin, karena investor akan lebih percaya diri untuk berinvestasi di pasar kripto.
Kesimpulan dan Perspektif Pasar
Meskipun pasar kripto, khususnya Bitcoin, mengalami tekanan besar minggu lalu, ada tanda-tanda pemulihan yang bisa memperkuat harga jika kondisi makroekonomi dan kebijakan moneter mendukung.
Penurunan inflasi yang diharapkan serta potensi pemangkasan suku bunga oleh The Fed menjadi faktor kunci yang dapat mempengaruhi arah pergerakan Bitcoin ke depan.
Namun, volatilitas tetap tinggi, dan pelaku pasar harus terus memantau perkembangan data inflasi dan kebijakan The Fed. Investor disarankan untuk berhati-hati, mengingat risiko yang melekat pada pasar kripto.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko. SUMATERATODAY.COM hanya menyediakan informasi ini sebagai referensi dan bukan merupakan rekomendasi untuk melakukan transaksi jual atau beli aset kripto. Harga aset kripto dapat berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.






