Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Teluk Wondama, Getaran Terasa Hingga Skala IV MMI

Gempa Dangkal 4,3 M Guncang Teluk Wondama, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa Dangkal 4,3 M Guncang Teluk Wondama, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Teluk Wondama, sumateratoday.com– Gempa bumi dengan magnitudo 4,3 mengguncang wilayah Teluk Wondama, Papua Barat, pada Selasa (31/3/2026) pukul 05.35 WIB. Getaran gempa dilaporkan terasa cukup jelas oleh masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat, tepatnya sekitar 4 kilometer timur laut Teluk Wondama. Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, yang tergolong dangkal sehingga getarannya lebih terasa di permukaan.

Lokasi gempa tercatat berada pada koordinat 2,70 Lintang Selatan dan 134,54 Bujur Timur. Dengan kedalaman yang relatif dangkal, gempa ini menyebabkan guncangan dengan intensitas III hingga IV MMI di wilayah Teluk Wondama.

Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seolah ada truk berat yang melintas. Sejumlah warga juga melaporkan benda-benda ringan di dalam rumah sempat bergetar akibat guncangan.

Baca Juga :  Begini Kolaborasi Indonesia-Jepang dalam Irigasi dan Drainase

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

BMKG menyampaikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Selain itu, warga di sekitar wilayah terdampak diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, mengingat gempa dangkal masih berpotensi diikuti aktivitas seismik lanjutan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi melalui kanal terpercaya serta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal dalam keadaan aman pascagempa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia, termasuk Papua Barat, berada di kawasan rawan gempa akibat aktivitas tektonik yang cukup tinggi.