Selain itu, pembangunan infrastruktur pendukung sektor pangan dan perikanan terus didorong, termasuk pembangunan bendungan, kampung nelayan modern, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), pabrik slurry ice, hingga stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan.
Di sektor ekonomi, Gibran menilai digitalisasi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital mampu memangkas proses birokrasi yang panjang, mencegah praktik pungutan liar, meningkatkan transparansi, serta mengurangi potensi penyimpangan dan korupsi. Karena itu, pemanfaatan teknologi modern, termasuk kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), perlu terus diperluas di berbagai sektor.
Wapres juga menegaskan pentingnya penguatan berbagai platform digital pemerintah seperti Online Single Submission (OSS), e-Katalog, dan GovTech guna mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, dan akuntabel.
Menutup arahannya, Gibran mengajak para peserta Lemhannas RI untuk menjadi pemimpin yang visioner, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, penguatan ketahanan pangan, percepatan transformasi digital, serta kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju yang tangguh menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.






