Usia bertambah, khidmahnya terus dilanjutkan di Gerakan Pemuda Ansor. Ia terpilih menjadi Ketua Umum organisasi yang berdiri pada tahun 1934 itu dua periode, yakni 2000-2005 dan 2005-2010. Keaktifannya di NU tidak lepas dari darah yang mengalir di tubuhnya. Ia merupakan cicit dari salah satu pendiri NU, yakni KH Bisri Syansuri, Rais ‘Aam PBNU 1971-1980. Gus Ipul menempuh pendidikan formal di kampung halamannya di Pasuruan, Jawa Timur, sejak dasar hingga menengah atas. Setelah itu, ia melanjutkan studinya di Universitas Nasional (Unas) Jakarta pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Pengalaman di pemerintahan Gus Ipul mengenyam banyak pengalaman di dunia pemerintahan, dari tingkat pusat hingga daerah. Saat ini, ia juga masih tercatat sebagai Wali Kota Pasuruan, Jawa Timur. Sebelumnya, ia pernah menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Soekarwo selama dua periode, yakni 2009-2014 dan 2014-2019.
Sementara di tingkat pusat, pria kelahiran 28 Agustus 1964 itu juga pernah menjabat sebagai Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal 2004-2007. Ia juga pernah menduduki kursi Senayan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) 1999-2001.






