Hutama Karya Alokasikan Rp25,84 Miliar untuk TJSL 2024, Perkuat ESG dan Asta Cita di 2025

Hutama Karya Alokasikan Rp25,84 Miliar untuk TJSL 2024, Perkuat ESG dan Asta Cita di 2025
Hutama Karya Alokasikan Rp25,84 Miliar untuk TJSL 2024, Perkuat ESG dan Asta Cita di 2025
Baca Juga :  Hutama Karya Berperan Strategis dalam Pembangunan Infrastruktur di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo

Program ini diimplementasikan di sejumlah provinsi, termasuk Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Riau, guna meningkatkan daya saing serta memperluas akses pasar bagi para pelaku usaha kecil.

Keberhasilan realisasi program TJSL ini turut diapresiasi melalui berbagai penghargaan, di antaranya Bronze dalam kategori Sustainability Community Involvement and Development (CID) Bidang Pendidikan pada ajang BUMN Communication & Sustainability Summit (BCOMSS), serta penghargaan TOP CSR Awards 2024 dengan kategori #Star 5 dari Majalah TopBusiness.

Hutama Karya juga meraih Indonesia Best 50 CSR Brand Equity Awards 2024 serta empat penghargaan dari TJSL & CSR Award 2024, mencakup Pilar Sosial, Ekonomi, Lingkungan, dan kategori Strong Commitment bagi Kepala Unit TJSL.

Fokus ESG dan Asta Cita di Tahun 2025

Menyongsong tahun 2025, Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan pendekatan Creating Shared Value (CSV).

Dalam rencana strategis 2025-2029, perusahaan menargetkan peningkatan di sektor pendidikan, lingkungan, serta pengembangan UMK.

Salah satu program utama adalah pendampingan terhadap 500 UMK yang berlokasi di sekitar proyek strategis, khususnya di sepanjang Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).

Program TJSL tahun 2025 juga akan difokuskan pada pengembangan kebijakan serta strategi yang mendukung tanggung jawab sosial dan tata kelola perusahaan yang beretika.

Sejalan dengan asta cita Hutama Karya, program ini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang dengan tetap berfokus pada pembangunan infrastruktur pendidikan, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi.

Upaya pengelolaan sampah di rest area dan penghijauan di sepanjang ruas tol juga menjadi bagian dari inisiatif berkelanjutan.

Diproyeksikan, perusahaan akan mengelola hingga 150 ton sampah per tahun dan menanam lebih dari 50.000 bibit pohon.

Baca Juga :  LUNCURKAN GERAKAN LITERASI BERSAMA DI SEKITAR JALAN TOL

Program konservasi satwa pun diperkuat dengan target peningkatan perlindungan bagi Gajah Sumatra serta rehabilitasi orangutan yang lebih efektif.

Di bidang pendidikan, Hutama Karya menargetkan pembangunan 15 unit infrastruktur baru serta pemberian beasiswa kepada 500 siswa di berbagai wilayah prioritas.

“Kami yakin bahwa keberlanjutan adalah kunci utama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik. Pendekatan CSV dalam program TJSL akan memberikan manfaat bersama bagi masyarakat dan perusahaan, serta mendukung pengembangan infrastruktur yang berdampak jangka panjang dan berkelanjutan bagi Indonesia,” pungkas Adjib Al Hakim.