Kontrak ini didominasi sektor jalan dan jembatan (84,39%), sumber daya air (7,83%), serta gedung (3,96%).
Kontrak strategis yang diraih meliputi:
- Pembangunan Budidaya Udang Terintegrasi senilai Rp7,11 triliun (KSO Adhi-HK-Minarta).
- Proyek Gedung Jampidsus senilai Rp318 miliar.
- Proyek Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena Segmen Mamberamo-Elelim (KPBU) dengan nilai investasi Rp3,3 triliun.
- Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) di Sumatra Barat.
Proyek-Proyek yang Selesai
Proyek yang berhasil dirampungkan mencakup sektor pendidikan, kesehatan, dan energi:
- Universitas Malikussaleh (Aceh), RSIA Sardjito (Yogyakarta), Menara Turyapada (Bali), dan RSUP Sanglah (Bali).
- SPAM Kobema (Bengkulu) dan Pengamanan Pantai NCICD (Jakarta).
- PLTGU Muara Tawar (650 MW, Bekasi) dan PLTGU Tambak Lorok (779 MW, Semarang).
Inovasi Teknologi dan Digitalisasi
Hutama Karya terus berinovasi dengan sistem digital “HK SHIELD” untuk pengelolaan QHSSE secara real-time. Inovasi teknologi seperti Mobile Laser Scanner dan Building Information Modelling (BIM) juga telah diimplementasikan.
Prestasi ini diakui melalui penghargaan nasional dan internasional seperti BIM 5D Multi-Project Software Utilization Award, Grand Winner Better World Builder of the Year Award, dan Juara 1 ASEAN BIM Competition.
Kontribusi pada Ekonomi dan Mobilitas
Hutama Karya mencatatkan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) tertinggi pada:
- Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (9.297 kendaraan/hari).
- Jalan Tol JORR Selatan (145.053 kendaraan/hari).
Apresiasi dan Masa Depan
Menteri BUMN Erick Thohir memuji kontribusi Hutama Karya yang sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Hutama Karya telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui infrastruktur berkualitas,” ujar Erick.
Dengan total aset Rp169,7 triliun, Hutama Karya berada di antara 10 BUMN teratas dan siap melanjutkan kontribusi strategisnya pada tahun-tahun mendatang.






