Israel Gempur Lebanon Selatan, Puluhan Korban Berjatuhan Pasca Gencatan Senjata

Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 16 Orang, Gencatan Senjata Langsung Terganggu
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 16 Orang, Gencatan Senjata Langsung Terganggu

SUMATERATODAY.COM- Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas akibat serangan militer Israel di wilayah selatan Lebanon, meskipun kesepakatan gencatan senjata baru saja diumumkan kurang dari 24 jam sebelumnya.

Media resmi Lebanon menyebutkan bahwa pada Sabtu, serangan udara, drone, dan artileri Israel menghantam lebih dari belasan lokasi di sekitar kota Nabatieh. Otoritas pertahanan sipil Lebanon melaporkan sedikitnya 16 korban jiwa dan 12 orang luka-luka. Tim penyelamat juga mengevakuasi 47 warga ke tempat yang lebih aman serta membawa para korban luka ke rumah sakit.

Serangan dilaporkan dimulai sejak dini hari, ketika pesawat tempur Israel menghantam wilayah Nabatieh al-Fawqa. Beberapa jam kemudian, serangan di Arab Salim menewaskan tiga orang. Di lokasi lain seperti Deir al-Zahrani dan Doueir, serangan drone juga menyebabkan korban tambahan.

Militer Lebanon turut mengonfirmasi bahwa salah satu korban tewas adalah seorang prajurit bernama Jameel Nahhal.

Baca Juga :  Komitmen dan Upaya Mencapai Net Zero Emission 2060

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah Amerika Serikat menyatakan bahwa Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran telah menyepakati kembali gencatan senjata. Namun, operasi militer Israel di Lebanon tetap berlanjut.

Sebelumnya, pejabat Israel menyampaikan pernyataan keras terkait konflik yang meningkat di perbatasan, menyusul tewasnya beberapa tentara Israel di wilayah selatan Lebanon.

Pihak AS mengkritik eskalasi serangan tersebut karena dikhawatirkan dapat mengganggu upaya diplomatik dan kesepakatan yang lebih luas terkait konflik regional. Sementara itu, pihak Hizbullah menegaskan bahwa mereka berhak membalas setiap serangan yang dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.