Kemenkes dan Pemuda Sumut Salurkan Alat Kesehatan untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Menkes Apresiasi Aksi Pemuda Sumut, Alat Kesehatan Disalurkan ke Wilayah Terdampak Bencana
Menkes Apresiasi Aksi Pemuda Sumut, Alat Kesehatan Disalurkan ke Wilayah Terdampak Bencana

Perwakilan donatur, Bara Hasibuan, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil dari kegiatan charity run yang digelar pada awal tahun 2026. Kegiatan tersebut berhasil menarik partisipasi sekitar 2.000 peserta dan mengumpulkan dana yang kemudian dialokasikan untuk mendukung pemulihan daerah terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Utara.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu proses pemulihan layanan kesehatan masyarakat di daerah terdampak dan menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk saling membantu sesama,” kata Bara.

Bantuan tersebut disambut positif oleh pemerintah daerah penerima manfaat. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur, Rijalul Fikri, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan karena dinilai sangat membantu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.

Menurutnya, meskipun sebagian besar puskesmas di daerahnya telah kembali beroperasi normal, sejumlah fasilitas kesehatan masih membutuhkan penguatan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Atas bantuan yang disampaikan kepada kami berupa alat kesehatan, tentu sangat berguna untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pascabencana di daerah-daerah terdampak. Saat ini puskesmas-puskesmas kami sudah kembali berjalan normal, namun masih membutuhkan perbaikan dan penguatan fasilitas,” ujarnya.

Rijalul Fikri juga mengungkapkan bahwa Puskesmas Lokop di Kabupaten Aceh Timur masih membutuhkan pembangunan baru. Fasilitas tersebut merupakan puskesmas rawat inap yang melayani masyarakat di wilayah pedalaman dan menjadi salah satu fasilitas kesehatan penting bagi warga setempat.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Rehabilitasi Bencana Hidrometeorologi Sumatra, Sumarjaya, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi contoh nyata kemitraan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.

Menurutnya, kolaborasi seperti ini tidak hanya membantu percepatan pemulihan layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem kesehatan di daerah yang terdampak bencana.

Baca Juga :  Kontribusi PT Perkebunan Mitra Ogan dalam Pertumbuhan Ekonomi dan Infrastruktur Daerah

Melalui program ini, Kementerian Kesehatan berharap semakin banyak elemen masyarakat dan dunia usaha yang terlibat dalam mendukung penguatan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana.

Dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang optimal, terutama pada masa pemulihan pascabencana.

Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membantu daerah yang sedang menghadapi tantangan.

Dengan dukungan berbagai pihak, proses pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.