“Kami terus memperluas akses listrik dan internet agar seluruh satuan pendidikan di Sumut dapat terhubung dan berdaya saing di era digital,” tegas Alexander.
Selain itu, dua sekolah — SMKN 1 Aek Bilah (Tapanuli Selatan) dan SMKN 1 Ulunoyo (Nias Selatan) — mendapatkan bantuan PLTS dari Kemendikdasmen, sementara 20 sekolah lainnya mendapat peningkatan daya listrik dari 900 VA menjadi 5.500 VA.
Digitalisasi Pendidikan, Kunci Masa Depan Sumut
Program internet gratis dan peningkatan infrastruktur energi ini menjadi langkah nyata Bobby Nasution dalam membangun ekosistem pendidikan digital inklusif.
Dengan jaringan internet yang merata, siswa di wilayah terpencil kini dapat mengakses sumber belajar daring, mengikuti pelatihan berbasis teknologi, hingga berinteraksi dengan guru melalui platform digital.
Langkah ini sekaligus memperkuat visi “Sumatera Utara Maju, Cerdas, dan Terkoneksi”, sejalan dengan program nasional percepatan digitalisasi pendidikan.
“Pendidikan berkualitas bukan hanya soal guru dan ruang kelas, tapi juga soal konektivitas. Akses internet gratis ini adalah jembatan menuju masa depan yang lebih cerdas,” pungkas Alexander.
Fakta Singkat Program Internet Gratis Sekolah Sumut 2025
| Kategori | Jumlah Sekolah | Sumber Anggaran | Status |
|---|---|---|---|
| Tahap 1 (APBD 2025) | 66 (29 SMA, 34 SMK, 3 SLB) | APBD Murni | Selesai |
| Tahap 2 (P-APBD 2025) | 97 (56 SMA, 40 SMK, 1 SLB) | P-APBD 2025 | Dalam Proses |
| Tambahan | 35 sekolah peningkatan listrik | APBD & bantuan pusat | Berjalan |






