SUMATERATODAY.COM– Salah satu daya tarik utama mobil listrik generasi baru dari Hyundai dan Kia — seperti Hyundai Ioniq 5, Ioniq 6, dan Kia EV6 — adalah arsitektur 800V yang diklaim memungkinkan pengisian baterai jauh lebih cepat dibandingkan platform 400V konvensional.
amun analisis independen yang dipublikasikan pada 2023 menunjukkan fakta berbeda dari persepsi umum di pasar: mobil-mobil tersebut ternyata tidak pernah menyentuh angka 350 kW seperti yang banyak diasosiasikan dalam materi pemasaran dan pemberitaan, bahkan tidak sedetik pun.
Penelusuran terhadap data pengujian dan pengalaman pemilik menunjukan bahwa daya puncak pengisian cepat (peak DC charging) Hyundai/Kia hanya berada di kisaran sekitar 230–245 kW, jauh dari angka 350 kW yang sering muncul dalam narasi publik.
Perbedaan ini bukan soal selisih kecil, melainkan gap yang secara praktis mengubah ekspektasi konsumen atas kemampuan fast charging yang mereka bayangkan.
Mengapa isu ini muncul?
Berbeda dengan produsen lain yang mencantumkan kemampuan pengisian berdasarkan limit teknis mobil, Hyundai dan Kia mencantumkan opsi waktu pengisian berdasarkan kategori kapasitas charger — misalnya “DC Fast Charge 50 kW” dan “DC Fast Charge 350 kW”.
Meskipun secara teknis tidak salah, cara penyajian seperti ini memunculkan persepsi bahwa mobil sanggup “meminum” seluruh daya 350 kW bila dipasangkan dengan charger kategori 350 kW.
Padahal pada praktiknya, daya puncak pengisian tetap dibatasi oleh kemampuan baterai dan sistem kendaraan, bukan oleh kapasitas stasiun pengisian. Artinya, sekalipun mobil dihubungkan ke charger 350 kW ternama, angka riil yang dicapai tetap di bawah 250 kW.
Dengan kata lain, mengganti charger 250 kW ke 350 kW tidak memberikan hasil berbeda untuk model berbasis platform E-GMP tersebut.
Tidak ada mobil listrik yang mengisi di peak sepanjang waktu — tetapi mobil lain minimal mencapainya
Dalam dunia EV, daya puncak pengisian memang tidak pernah berlangsung konstan dari awal sampai akhir. Daya tertinggi hanya muncul pada State of Charge (SoC) rendah — umumnya antara 10% hingga 20% — dan itu pun bergantung pada temperatur baterai serta kondisi charger.
Namun pada merek lain, daya puncak tersebut betul-betul tercapai, walaupun hanya sesaat.
Pada Hyundai/Kia berbasis E-GMP, puncak ini tidak pernah mencapai 350 kW. Angka maksimal yang terekam dalam pengujian independen tetap berada jauh di bawah nilai tersebut.
Di sini letak perbedaan antara “tidak mampu mencapai peak tertentu” dan “belum tentu lama mempertahankan peak”.






